Ibu di Buteng Rendam Bayinya Hingga Tewas, Anak yang Dua Tahun Lehernya Diiris – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Ibu di Buteng Rendam Bayinya Hingga Tewas, Anak yang Dua Tahun Lehernya Diiris

KENDARIPOS.CO.ID — Malfia, seorang ibu rumah tangga warga Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) bikin geger, Selasa (25/2/2020) sore. Ia tega membunuh anaknya yang masih bayi. Parahnya, pembunuhan dilakukan cukup sadis. Bayinya berumur empat bulan direndam dalam bak mandi. Sementara satu lagi yang berumur dua tahun kritis setelah lehernya diiris bagian belakang hingga harus mendapat perawatan.

Aksi Malfia diketahui oleh kakaknya, Mardin alias Aco (35) saat masuk ke dalam rumah dan mengetahui kemenakannya Alfin (2) telah bersimbah darah di leher dalam kamar tidur. Begitu pun sang bayi diketahui meninggal saat tiba di Puskesmas setempat.

Dilansir Buton Pos, Aco menuturkan, awalnya ia ingin sekali menyeberang dari Kampung Palabusa ke Desa Doda Bahari untuk menjenguk adik dan keluarganya.

Saat tiba di rumah orang tuanya di Desa Doda Bahari, pintu dalam keadaan terkunci. Ia pun berteriak memanggil adiknya Malfia untuk membukakan pintu. Tak lama kemudian pintu dibuka Malfia dan dirinya langsung ke dapur untuk minum karena haus.

Malfia (baju merah) saat diamankan ke rumah warga.

Malfia yang tengah berdiri mengayun anak bayinya Aira yang masih berusia empat bulan lebih, ditegur Aco agar tikar yang basah dibawah ayunan untuk dijemur di luar. Aco juga menanyakan keberadaan Alfin dan mengingatkan Malfia untuk disuruh bermain di luar rumah bersama teman-temannya.

Tak ada sahutan dari Malfia, Aco pun memeriksa Alfin kedalam kamar. Saat membuka pintu kamar, ia heran melihat darah di lantai dan tak jauh dari tempat Alfin berbaring ditemukan pisau dapur. Ia pun cepat-cepat memeriksa kemenakannya tersebut dan menemukan luka menganga di belakang leher Alfin.

Aco lalu membawa Alfin keluar rumah dan memanggil bibinya yang bersebelahan rumah dan tetangganya untuk segera dibawa ke puskesmas. Karena sudah ada tetangga yang membawa Alfin, bibinya pun masuk ke rumah dan mendapatkan Malfia sudah duduk bersimpuh tak jauh dari ayunan Aira.

Balita yang tewas direndam ibunya.

Melihat tikar dibawah ayunan Aira basah, sang bibi pun memeriksa Aira sang bayi dalam ayunan. Ternyata badan Aira dan baju yang dikenakannya basah. Kondisinya pun sudah membiru dan tak ada suara. Aco pun coba memberikan bantuan pernapasan ke mulut Aira dan menekan perutnya.

Tak berhasil dengan cara itu, Aco pun menyuruh bibinya membawa Aira ke puskesmas. Sayangnya, saat diperiksa petugas medis nyawa Aira sudah tak tertolong lagi. Sementara Alfin yang kritis segera di rujuk dan dibawa ke RSUD Buteng di Lombe.

Sementara Malfia sendiri diamankan saudara lainnya dan tetangganya ke rumah sebelah. Saat diamankan, Malfia tidak memberikan perlawanan atau bersuara. Ia hanya tertunduk dan memelototi orang yang coba menatapnya. Selebihnya diam seribu bahasa dan tertunduk.

“Saya menduga adik saya Malfia ini telah merendam bayinya dalam bak kamar mandi sewaktu saya datang dan Alfin belum lama diiris belakang lehernya dengan pisau dapur,” tutur Aco.

Aco mengakui, bila adiknya tersebut mengalami gangguan kejiwaan setelah melahirkan Alfin. Penyakitnya tersebut bertambah parah lagi setelah melahirkan Aira. “Mungkin sewaktu sendiri dalam rumah, anaknya menangis dan bayinya rewel. Sehingga dia depresi dan penyakitnya kambuh kemudian tega menghabisi anak-anaknya,” duga Aco.

Saat kejadian suami Malfia tengah melaut menjaring ikan untuk menafkahi kebutuhan hari-hari keluarganya. Magrib baru pulang. Betapa kagetnya dia melihat banyak orang berkerumun di rumahnya. “Kenapa bukan saya yang mati, kenapa harus anakku,” ucapnya sembari terisak setelah diceritakan kejadian yang menimpa kedua anaknya.

Ia kemudian dihibur dan dibesarkan hatinya oleh para tetangganya dan langsung diantar ke RSUD Buteng untuk melihat kondisi Alfin yang masih punya harapan hidup.

Amatan media ini di TKP, pihak Polsek Sangia Wambulu mengumpulkan keterangan dari para saksi, barang bukti, dan ikut mengamankan Malfia di rumah lainnya. Mereka juga berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Sangia Wambulu untuk memastikan kondisi kejiwaan Malfia. Sementara itu, Kapolsek Sangia Wambulu, Iptu Try Nugroho membenarkan kejadian tersebut. “Ibu korban ini diduga memgalami depresi pasca melahirkan anak pertama,” jelasnya. (uzi/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy