Harga Emas Menguat, IHSG dan Rupiah Terkerek – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Menguat, IHSG dan Rupiah Terkerek

Tampak emas perhiasan di Pasar Mandonga, Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Harga emas semakin menguat seiring dengan anjloknya pasar saham karena investor mengantisipasi dampak Virus Corona (Covid-19).Kepala Cabang Pegadaian Kendari, Mustamin Takwin saat dihubungi mengatakan, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat (28/2) naik ke posisi lebih tinggi dari harga sebelumnya. Harga emas Antam kemarin berada di level Rp 825.000 per gram, naik dari perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 813.000 per gram. Sedangkan emas cetakan UBS dihargai Rp 822.000, naik Rp 10.000.

Adapun emas ukuran 2 gram, emas cetakan Antam berada di level Rp 1,591 juta sedangkan emas cetakan UBS dibanderol Rp 1,597 juta. Harga emas ukuran 5 gram untuk cetakan Antam dan UBS dibanderol masing-masing Rp 3,930 juta dan Rp 3,935 juta. Sementara itu, emas cetakan Antam untuk ukuran 10 gram juga naik ke level Rp 7,840 juta. Untuk ukuran yang sama emas cetakan UBS dibanderol Rp 7,828 juta. “Harga gadai emas periode 28 Februari 2020 yaitu Rp 656.000 per gram,” ujar Mustamin, kemarin (28/2).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,499 persen ke posisi 5.452,704 pada penutupan perdagangan saham, Jumat (28/2). Saham LQ45 melemah 1,48 persen ke posisi 879,53 behitupula saham JII melemah 2,54 persen ke posisi 565,01. Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.456,276 dan terendah 5.288,370. Selain IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga diperdagangan melemah. Pada pembukaan perdagangan Jumat (28/2), dibanderol Rp 14.200/US$. Dalam kurun waktu 48 jam, nilai tukar rupiah melemah kurang lebih Rp 300 dari sebelumnya, di ma a rupiah dibuka pada Kamis (27/2) lalu di level Rp 13.900.

Dihubungi terpisah, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Tenggara, Ridhony M. H. Hutasoit mengatakan, terkoreksinya IHSG disebabkan oleh meluasnya penyebaran Virus Corona termasuk makin banyaknya korban jiwa dari virus di seluruh dunia. Namun, kata dia, perdagangan saham akan tetap berjalan karena berdasarkan ketentuan, keputusan penghentian perdagangan perlu mendapat persetujuan OJK. “Berdasarkan SK Direksi BEI Nomor Kep-00366/BEI/05-2012, BEI sebagai SRO dapat membekukan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit intraday jika indeks turun lebih dari 10 persen,” tuturnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy