Halangi Tugas Wartawan, Staf DPRD Baubau Dilapor ke Polres – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Halangi Tugas Wartawan, Staf DPRD Baubau Dilapor ke Polres

KENDARIPOS.CO.ID — Akhirman, wartawan Kendari Pos resmi melaporkan staf protokoler DPRD Kota Baubau yang melakukan pengusiran saat melakukan peliputan berita ke Polres Baubau.

Akhirman (kiri) saat melakukan laporan pengaduan di Polres Baubau.

“Kamis, (27/2) 2020 sekira pukul 10:30 Wita, saya resmi memasukkan laporan pengaduan ke Polres Baubau. Laporan aduan yang saya masukan diterima oleh Kanit Satu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Baubau, Aiptu Sardi,” ujar Akhirman kepada sejumlah awak media.

Ahi-sapaan akrab Akhirman mengungkapkan, aduan tersebut dilakukan karena prilaku kedua staf DPRD Ala Safiudin dan Salim sangat kelewatan. Padahal ia sudah menjelaskan jika merupakan wartawan dengan memperlihatkan id Card. “Apalagi kan itu rapat terbuka. Sekwan sangat jelas mengatakan itu rapat terbuka,” jelasnya.

Menurut Akhirman, perbuatan dua orang oknum staf DPRD Baubau itu adalah bentuk tindakan menghalang-halangi kerja jurnalis. Dan hal tersebut bertentangan dengan pasal 18 ketentuan Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers. Dimana dalam pasal 18 itu menerangkan, bahwa Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Lalu, lanjut dia, pasal 4 ayat 2 menerangkan, bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembrendelan, dan atau pelarangan penyiaran. Kemudian dalam pasal 4 ayat 3 menjelaskan, bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebrluaskan gagasan dan informasi.

“Makanya hari ini, sesuai permintaan dari kantor saya (Kendari Pos) secara resmi melaporkan perbuatan dua orang oknum staf DPRD Baubau tersebut,” singkat Akhirman.

Sementara itu, Kanit Satu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Baubau, Aiptu Sardi membenarkan laporan tersebut. Laporan ini kata dia, akan dilanjutkan ke Kapolres dan didisposisi ke reskrim. “Selanjutnya dari Reskrim akan menghubungi pelapor untuk dimintai keterangan. Termasuk yang dilaporkan,” kata Kanit SPKT.

Akhirman (kanan) bersama rekan-rekan pers di Polres Baubau.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua petugas protokoler DPRD Kota Baubau, Ala Afiudin dan Salim mengusir wartawan Kendari Pos yang melakukan peliputan di Kantor DPRD Kota Baubau, Selasa (25/2/2020). Peristiwa itu terjadi saat Wartawan Kendari Pos koresponden Baubau, Akhirman, hendak meliput kegiatan Rapat Kerja Pansus bersama Pemkot Baubau, membahas tentang pandangan akhir fraksi DPRD atas Raperda Penyelenggaraan Trasportasi Jamaah Haji dan Raperda Penambahan Peryataan Modal Pemda kepada PDAM.

Akhirman saat itu dengan santun meminta izin dipenjagaan dan diizinkan. Bahkan telah memperlihatkan Id Card dan dipersilahkan meliput rapat tersebut. Namun dua staf DPRD Kota Baubau tanpa alasan jelas melakukan pengusiran. (KP)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy