Halangi Kerja Wartawan, Oknum Staf DPRD Baubau Terancam Pidana dan Denda Rp 500 Juta – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Halangi Kerja Wartawan, Oknum Staf DPRD Baubau Terancam Pidana dan Denda Rp 500 Juta

Wartawan Kendari Pos, Akhirman (kanan) didampingi sejumlah wartawan saat mendatangi Polres Baubau, Selasa sore (25/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Sikap kurang terpuji dipertontonkan oknum staf Sekretariat DPRD Kota Baubau, kemarin (25/2). Namanya, Ala Afiudin dan Salim. Tanpa ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, keduanya melarang wartawan Kendari Pos, Akhirman meliput rapat anggota DPRD. Agendanya terkait rapat Pansus bersama Pemkot Baubau, membahas tentang pandangan akhir fraksi DPRD atas Raperda Penyelenggaraan Transportasi Jamaah Haji dan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Pemda kepada PDAM.

Tak ada yang istimewa dan perlu ditutupi dalam rapat tersebut. Hal itu diakui Ketua DPRD Kota Baubau, Zahari. “Saya sudah baca beritanya (soal pengusiran dan esensi rapat). Kalau soal pembahasan Raperda, itu sifatnya terbuka. Salah itu adik-adik (staf DPRD) kalau melakukan itu (pengusiran),” ujar Zahari melalui pesan singkatnya, kemarin.

Dirinya berjanji akan menindaklanjuti persoalan itu. “Saya akan panggil mereka besok (hari ini). Saya minta maaf karena saat ini masih di luar daerah dan dalam perjalanan menuju Baubau,” jelasnya. Senada disampaikan Sekretaris DPRD Kota Baubau, Yaya Wirayahman. Menurutnya, agenda rapat tersebut bersifat terbuka. Artinya, media tidak dilarang untuk masuk ke dalam ruang rapat dan melakukan tugas peliputan.

“Tidak tertutup. Hanya karena ruangan ber AC makanya pintunya ditutup. Kemudian, kalau rapat tertutup itu digelar di ruangan pimpinan,” terangnya.

“Tapi saya minta tidak usah dipersoalkan lagi. Saya akan panggil dan tegur mereka,” sambung mantan Kabag Umum DPRD Baubau itu. Perilaku yang ditunjukkan dua staf Sekreatriat DPRD Kota Baubau itu sangat disayangkan. Karena bagaimanapun juga, Akhirman sudah melakukan itikad baik dengan memperkenalkan diri sebagai wartawan.

Dia juga sudah meminta izin untuk masuk meliput kepada petugas piket. Dan diizinkan. Namun belum semenit berada dalam ruang rapat, staf Sekretariat DPRD bernama Ala Afiudin memberikan perlakukan kurang menyenangkan.

“Saat itu saya jelaskan kalau saya wartawan mau liputan. Tapi malah saya diusir (keluar). Padahal, saya memakai ID Card dan pakaian rapi. Saya tanya kenapa disuruh keluar? Dia (Ala Afiudin katakan tidak bisa diliput (rapat ini),” kata Akhirman saat dihubungi, kemarin.

Sempat terjadi adu argumen antara Akhirman dan Ala Afiudin. Merasa kalah argumen, Ala Afiudin memanggil rekannya yang juga staf DPRD Baubau bernama Salim. Mereka berdua kompak mengusir Akhirman dari ruang rapat. “Karena saya tidak mau berdebat pajang dengan mereka, dan menghargai proses rapat, maka saya terpaksa keluar,” terangnya.

Tak terima diperlakukan seperti itu, Selasa sore sekira pukul 17.00 Wita, Akhirman mendatangi Polres Baubau untuk membuat laporan atas kejadian yang dialaminya. “Di Polres saya diarahkan buat laporan pengaduan untuk dicarikan pasal berkaitan dengan perbuatan oknum staf DPRD Kota Baubau itu. Rencana besok (hari ini) ditindaklanjuti laporannya,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Baubau, Acep Sulfan menyayangkan perbuatan kedua staf tersebut. Menurutnya, hal semacam itu tidak perlu dilakukan. Karena wartawan berhak mencari informasi dan memberitakan kegiatan DPRD. Ditambah lagi, DPRD sebagai wakil rakyat yang kegiatannya butuh dipublis untuk diketahui masyarakat.

“Ini tidak boleh terulang. Persoalan pelayanan ini akan saya bawa dan bahas di rapat internal DPRD besok (hari ini),” tegas Ketua Fraksi Gerindra Sejahtera itu.

Terancam Pidana dan Denda Rp 500 Juta Organisasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) sangat menyayangkan sekaligus mengecam tindakan oknum staf Sekretariat DPRD Baubau yang mengusir wartawan saat menjalankan tugas. Semuanya sangat menyayangkan, di era teknologi saat ini, masih ada orang yang belum memahami tugas wartawan, sebagai representasi warga negara dan kemerdekaan pers untuk menyampaikan informasi kepada publik. Padahal untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sekretaris PWI Baubau, Yuhandri Hardiman mengungkapkan, tindakan dua oknum sekretariat DPRD Baubau bisa masuk kategori menghalang-halangi tugas jurnalis. Dan tanpa disadari, keduanya bisa melanggar ketentuan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam pasal 18 disebutkan: Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Tindakan dua oknum staf DPRD ini sangat tidak terpuji. Sungguh aneh, memangnya apa yang hendak dirahasiakan dalam rapat itu, sehingga tidak bisa diketahui publik? Makanya, kami minta supaya persoalan ini diseriusi. Karena bagaimanapun, menghalangi kerja wartawan sesuai ketentuan UU Pers bisa dipidana dan kena denda,” tegas Yuhandri Hardiman, kemarin.

Dia menambahkan, PWI secara kelembagaan, meminta kepada dua oknum tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian meminta kepada Wali kota Baubau agar oknum seperti itu jangan lagi ditugaskan di sekretariat DPRD. “Terkait kasus ini, sebagai bentuk keprihatinan, PWI Baubau akan mengirim surat protes, bahwa pers adalah pekerjaan mulia sebagai salah satu pilar demokrasi yang berfungsi sebagai sarana informasi dan alat kontrol sosial,” katanya.

Anggota Dewan Pers, Asep Setiawan ikut menyayangkan peristiwa tersebut. Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang menghalangi kerja wartawan. “Aturan jelas dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Ada sanksi bagi yang menghalangi kerja wartawan. Kami minta supaya ditangani pemerintah dan diselesaikan organisasi wartawan dengan baik,” kata Asep melalui pesan singkatnya, kemarin. (b/ing/kp)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy