Gula Pasir dan Bawang di Kendari Masih Mahal – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Gula Pasir dan Bawang di Kendari Masih Mahal

KENDARIPOS.COL.ID — Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok (Bapok), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi dadakan (Sidak) di sejumlah pasar dan distributor, Rabu (19/2). Sidak ini dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Siti Saleha dan diikuti OPD terkait yakni Bank Indonesia, Bulog, Polda Sultra, dan Korem 143/HO.

Kegiatan sidak dilaksanakan di Pasar Mandonga, Pasar Sentral Kota Kendari, Gudang Bulog, Swalayan Indogrosir dan dua distributor bahan pokok. Dari hasil sidak diketahui terjadi kenaikan harga terutama pada komoditas gula pasir, bawang putih, dan bawang merah. Gula pasir tercatat dijual oleh pengecer dengan harga Rp 15.000 per kg, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500. Sementara harga bawang putih dan bawang merah bertahan di angka Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kg dalam beberapa pekan terakhir.

“Kenaikan harga gula pasir disebabkan oleh terbatasnya pasokan akibat belum dimulainya musim giling pada beberapa pabrik gula. Adapun bawang mahal karena produksi kurang sehingga stok masih minim. Distributor besar kekurangan suplai. Pedagang di pasar meminta 40 ton yang dikirimkan jauh di bawah itu karena memang kuota sedikit. Bawang putih kita diimpor dari China melalui Surabaya. Dari Surabaya dikirim ke Makassar untuk kemudian dibagi untuk beberapa daerah lain,” ujar Siti Saleha, kemarin.

Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti cabai dan telur sedangkan harga komoditas daging, sayuran, beras dan ikan yang cenderung stabil. “TPID dan Satgas Pangan akan terus memonitor dan mengupayakan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok guna mencegah lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasar,” imbuhnya.

Pantauan Kendari Pos, bawang putih dan bawang merah di pasar Korem rata-rata dibanderol dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kg. “(Bawang putih) ini stok lama dari Makassar. Saya beli dengan harga Rp 40 ribu per kg sudah termasuk ongkos kirim. Untuk stok masih ada 100 karung (dua ton). Cukup untuk satu setengah bulan,” beber salah seorang pedagang, kemarin.

Salah satu gudang penampungan yang terletak di Jalan Oikumene, Mandonga, Kota Kendari, stok bawang putih dan bawang merah masih cukup. Petugas gudang mengatakan, dalam sehari jumlah bawang merah yang disalurkan ke pedagang mencapai 15 karung ukuran 40 kg.
Bawang merah tersebut disuplai dengan yang cukup fluktuatif. Sementara bawang putih disuplai dengan harga Rp 700 ribu per 20 kg. Per hari gudang bisa mendistribusikan bawang putih hingga 200 kg kepada pengecer. “Kalau bawang merah kita beli dari Enrekang sedangkan bawang putih dari Surabaya dan Makassar,” ujarnya.

Sementara gula pasir per kg dijual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu. Indogrosir sebagai distributor gula pasir juga membatasi distribusi dan hanya memenuhi kebutuhan kios-kios kecil. Gula di Indogrosir masih di jual di harga HET sementara di distributor lainnya yakni Cinta Damai, diju seharga Rp 15.500 per kg.

Ketua Perum Bulog Divre Sultra, Ermin Tora mengatakan, kenaikan harga gula pasir terjadi di seluruh Indonesia. Sejauh ini Bulog hanya bisa melepas stok gula di pasar dalam jumlah terbatas. “Kami melepas gula pasir ke outlet-outlet yang ada dengan harga Rp12.500 per kg. Salah satunya di depan kantor Bulog sendiri. Namun jumlahnya kita batasi karena memang stok terbatas,” ujar Ermin, kemarin. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy