Gandeng GKM, Perpusda Sultra Ajak Anak Dengarkan Dongeng – Kendari Pos
Edukasi

Gandeng GKM, Perpusda Sultra Ajak Anak Dengarkan Dongeng

Anak-anak yang diundang oleh Perpusda Sultra, tampak menikmati dongeng yang
disampaikan Muhammad Rifay Tohamba Kak Rifay, kemarin (12/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Masih dalam suasana perayaan World Read Aloud Day atau Hari Membaca Nyaring Dunia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Sultra gandeng komunitas Gerakan Kendari Mengajar (GKM), untuk mengajak anak mendengarkan dongeng. Membaca dengan keras ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional, dan beberapa lain kerap melaksanakannya. Nah, untuk di Sultra, kegiatan itu akan dilakukan sekali seminggu selama tiga minggu berurut, yang telah dimulai, Rabu kemarin (12/2).

Kepala Seksi Layanan dan Kerja Sama Perpustakaan, Herlina mengatakan, mendongeng adalah salah satu metode membaca keras atau nyaring, dan sangat baik dikenalkan pada anak-anak usia dini, karena dapat menstimulasi perkembangan otak anak-anak. “Membaca keras, misalnya membacar buku cerita atau mendongeng, akan mengajarkan pada anak-anak jika membaca buku itu menyenangkan. Nah, ini baik dilakukan untuk anak sejak dini, karena hal ini dapat menambah kosakata anak,” ungkapnya.

Meskipun kosakata itu saat diperdengarkan belum merasa perlu. Namun, sangat baik dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak belum pandai bicara. “Ketika kosakata ditambah, akhirnya anak bisa berbicara dengan menggunakan bahasa lisan, setelah itu membaca dan menulis. Tidak mungkin bisa menulis kalau kosakata yang dimiliki hanya sedikit. Jadi, ketika memiliki anak ajaklah mereka berbicara,” terangnya.

Ketika membacakan dengan lantang dan jelas, ada enam kecakapan literasi usia dini, diantaranya naratif skill atau kemampuan menceritakan kembali. “Berkomunikasi menggunakan bahasa lisan, letter knowledge atau pengetahuan huruf, sadar mengenai fonem, yakni satuan bunyi terkecil sehingga anak bisa mendengar itu yang mengandung arti, belajar melafalkan karena organ bicara harus dilatih untuk bisa berbicara, termotivasi ketika melihat buku, vocabulary, dan ini bisa didapatkan oleh anak-anak ketika dibacakan dengan metode read aloud atau membaca lantang,” beber Herlina.

Sementara itu, Pendongeng dari GKM, Muhammad Rifay Tohamba mengucap terimakasih karena telah diamanahkan oleh Perpuada untuk membawakan dongeng di hadapan anak-anak TK yang diundang. Ia membawakan dua judul dongeng, pertama mengangkat tema Be a Buddy Not a Bully dengan judul dongeng ‘Jangan Saling Mengejek’. “Tema ini supaya anak-anak usia dini tahu bahwa menggangu temannya itu tidak baik. Pada dongeng pertama saya menggunakan boneka tangan, dan akhamdulillah mereka suka,” tuturnya.

Selanjutnya, ia membacakan buku dengan keras (Read Aloud), dengan tema ‘Kebersihan Diri’. “Saya kembali ke tema kegiatan kita yaitu membaca nyaring, jadi saya membacakan adik-adik itu buku, untuk menambah kosataka dan menstimulasi otak mereka, serta memberikan mindset bahwa membaca itu menyenangkan, sehingga tumbuh minat baca sejak dini,” tutupnya. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy