Film Mosonggi Diangkat ke Layar Lebar – Kendari Pos
Nasional

Film Mosonggi Diangkat ke Layar Lebar

Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin (lima dari kiri), Direktur Kendari Pos Laode Diada Nebansi (empat dari kiri), dan Sutradara film Mosonggi, Irham Aco Bahtiar (tengah, T-Shirt hitam) bersama para pemain film Mosonggi saat berkunjung di Graha Pena Kendari Pos, Kamis (13/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Mengulang kesuksesan film Molulo yang sudah tayang di bioskop nasional dan sempat booming di tahun 2019 lalu, film dengan tema latar budaya etnis Tolaki, kembali akan diangkat ke layar lebar. “Mosonggi” adalah judul yang dipilih untuk film berlatar budaya Tolaki, salah satu etnis di Kota Kendari-Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sutradara dan para pemain film Mosonggi, bertandang ke Graha Pena Kendari Pos. Mereka diterima Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos, Irwan Zainuddin dan manajemen. Sang Sutradara, Irham Aco Bahtiar, mengatakan, film Mosonggi diangkat karena kesuksesan film Molulo di bioskop yang diputar di seluruh Indonesia. “Mosonggi ini adalah buah keberhasilan film molulo. Kalau Molulo pemerannya artis ibu kota, untuk Mosonggi, saya memilih putra Kendari semua, sebagai pemeran utama. Jadi tidak perlu lagi artis Jakarta yang dibawa. Saya ambil juga para pemain dari komunitas film di sini,” kata Irham kepada Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin, Kamis (13/2) kemarin.

Kendati film bertema latar budaya, tapi pria yang karib disapa Aco itu optimistis, Film Mosonggi akan mengulang kesuksesan Film Molulo. Kenapa? karena strategi pemasaran film berlatar budaya, Irham sudah khattam. Terbukti, film Molulo sudah booming di pasaran hingga ke mancanegara. Bahkan, salah satu maskapai penerbangan Brunei Darussalam, sudah memutar film tersebut di setiap penerbangannya.

Creator Film Epen Cupen itu menegaskan menggarap film dengan latar budaya, bisa tayang di bioskop dan

bisa booming, bukan pekerjaan mudah. Aco telah membuktikan itu. Katanya, banyak film dengan latar budaya yang akhirnya tak bisa tayang di bioskop karena rata-rata tidak memiliki strategi. Jangankan ditonton masyarakat Indonesia, tayang di bioskop pun tak bisa. Padahal, ada strategi pasar yang harus dikuasai sebelum melempar sebuah film ke pasaran.

Aco mengungkapkan, film Molulo pun hampir saja tak masuk bioskop, andaikan plot demi plot yang sifatnya terlalu kedaerahan, tak dipangkas. Untungnya, antisipasi sudah disiapkan. Hasilnya, film Molulo yang diperankan artis ibu kota, Andi Arsil, mendulang sukses sebagai film bertema latar budaya yang booming di bioskop seluruh Indonesia.

Dan, Aco pun berharap, film Mosonggi nantinya bisa mengulang kesuksesan Molulo di layar lebar. “Membangun komunikasi dengan media massa, adalah salah satu strategi kita. Tanpa media, sebuah karya seni atau film, tidak ada apa-apanya,” jelasnya seraya menambahkan, syuting perdana film Mosonggi akan dilaksanakan pada Minggu 16 Maret 2020.

Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengatakan, harian Kendari Pos sangat mendukung apapun yang bertema budaya. Terlebih, jika misi mengangkat budaya daerah ke kancah nasional maka Kendari Pos berada di garda terdepan.

“Kami pun begitu. Ini tahun ke empat, kami membangunkan budaya Sultra melalui pagelaran budaya yang digelar setiap tahun. Kita bangga menjadi orang Sultra dengan segala budaya yang ada di dalamnya. Dengan lulo ini, malah sudah jadi level nasional,” ujarnya.

Menurut Irwan Zainuddin, tarian Molulo ternyata lebih menyenangkan, karena mengandung filosofi kebersamaan, keberagaman. Dan ini tidak boleh terputus. “Bukan hanya budaya luar yang asyik, budaya kita juga. Makanya kami di Kendari Pos, setiap tahun menggelar kegiatan bernuansa kebudayaan. Bahkan ada pidato pakai bahasa daerah, tapi narasi dalam bahasa Indonesia. Sehingga kami menilai lebih gampang. Jadi kami tidak batasi ruang itu. Kami sangat apresiasi luar biasa. Saya maknai sebagai kampanye budaya. Sama dengan film Molulo, ada budaya Sultra yang diangkat lewat film, yang merupakan budaya di Sultra. Kita munculkan kembali, Molulo sebagai ikon nasional,” tambahnya.

Menyambung pernyataan Irwan Zainuddin, Aco menambahkan, kedatangannya ke Graha Pena, juga untuk promosi film Jodohku Yang Mana, yang merupakan sekuel film Molulo yang akan tayang 19 maret 2020. Di samping itu, juga untuk mengundang khusus, direksi dan manajemen Kendari Pos, untuk menghadiri syuting perdana film Mosonggi.

Menurut Aco, film Mosonggi diangkat dari cerpen penulis Arham Rasyid yang berjudul Cinta Dalam Segulung Sinonggi. Arham Rasyid adalah mantan karikatur Harian Kendari Pos. Hingga saat ini aktif sebagai pegiat media sosial.

Cinta Dalam Segulung Sinonggi mengusung genre drama komedi ini, bercerita tentang seorang pemuda asal Baubau yang bernama Langgai yang diperankan Ovil (Finalis Suca 3) yang jatuh cinta kepada gadis Tolaki bernama Nurmiati (diperankan Nanda Nur Ariska).

Kisah cinta mereka ditentang oleh orangtua sang gadis. Namun, Langgai tak gentar mendapatkan pujaan hatinya. Orangtua Nurmiati lalu memberi tantangan kepada Langgai. Apabila, Langgai mampu mengonsumsi sinonggi, maka dia bisa meminang anaknya. (b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy