Empat Menteri Bahas Potensi Ekonomi Sultra – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Empat Menteri Bahas Potensi Ekonomi Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Mulai dari sektor pertanian, kelautan perikanan, pertambangan, dan pariwisata. Jika dikembangkan secara maksimal, bisa menjadi kekuatan baru yang menopang perekonomian Indonesia. Paling tidak, bisa menjadi lokomotif ekonomi baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sebagai putra daerah yang berkiprah di Jakarta, Abdul Rahman Farisi melihat peluang ini. Dirinya merasa perlu membuat suatu forum yang bisa mempertemukan sejumlah kepala daerah dengan menteri kabinet kerja untuk membahas potensi ekonomi Sultra itu di Jakarta. Dari pertemuan itu, dirinya berharap, ada gagasan bersama untuk mengembangkan ekonomi Sultra lebih hebat lagi.

“Potensi ekonomi Sultra akan dibahas di Menara BNI Jakarta. Rencana ada empat menteri kabinet kerja menjadi pembicara. Termasuk gubernur Sultra, dan beberapa bupati/wali kota di Sultra,” ungkap Abdul Rahman Farisi, Inisiator Acara, kemarin. Empat menteri yang diagendakan hadir adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perikanan dan Kelautan Edy Prabowo, Kepala BKPM Bahlil Lahabadila.

Kegiatan ini bertajuk, Sultra Economi Briefing 2020-2024: Menuju Sultra Sebagai Lokomotif Ekonomi Baru di KTI. Sebelumnya, kegiatan ini digelar di Kendari, dengan menghadirkan sejumlah tokoh lokal Sultra.

Pertemuan ini sangat penting. Sekaligus untuk meraih peluang. Sebab, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2020-2024 pemerintahan Joko Widodo, pembangunan ekonomi difokuskan di luar Jawa dan Sumatera. “Ini peluang buat Sultra. Makanya, kita buatkan wadahnya supaya potensi yang ada bisa dikembangkan,” jelasnya, sambil menyebut kegiatan ini bakal dihelat 14 Februari mendatang.

Ada empat tujuan spesifik pelaksanaan kegiatan ini: pertama, mengetahui pencapaian indikator ekonomi makro Indonesua. Kedua, Memahami konfigurasi dan potensi ekonomi Sultra. Ketiga, memahami potensi dan tantangan ekonomi Sultra, dan keempat, menyusun sinergi kebijakan ekonomi, antara pemerintah pusat, pemprov Sultra, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung Sultra sebagai lokomotif ekonomi di KTI. “Harapan kita seperti itu,” ujarnya.

Ketua Panitia Seminar, Muhammad Syahrir menjelaskan, tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rangka untuk memahami potensi dan tantangan ekonomi Sultra ke depan. Selain itu, kata Syahrir, melalui seminar tersebut juga dilaksanakan untuk menyusun sinergi kebijakan ekonomi antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemda Kab/Kota dalam menjadikan Sultra sebagai Lokomotof Ekonomi di KTI. “Sultra sebagai salah satu daerah dengan potensi SDA dan Pariwisata akan memfokuskan diri menjadi lokomotif ekonomi baru di KTI . Nah, untuk lebih mengurai masalah dan peluangnya akan dibahas dalam seminar tersebut,” kata Syahrir, kemarin.

Menariknya lagi kata Syahrir, yang bertindak sebagai narasumber dalam seminar tersebut adalah para pemangku kebijakan atau yang terlibat langsung dalam proses percepatan ekonomi Sultra. Misalnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perikanan dan Kelautan Edy Prabowo, Kepala BKPM Bahlil Lahabadila, Gubernur Sultra Ali Mazi, Bupati Buton La Bakry, Bupati Konawe Utara Ruksamin, Wali Kota Kendari Sulkarnain, Bupati Bombana Tafdil dan Pengamat Ekonomi Nasional yang juga inisiator acara Abdul Rahman Farisi.

“Karena narasumber yang hadir kompeten, kami berharap peserta seminar nantinya dapat mengetahui kebijakan dan strategi pemeritah dalam mendorong hilirasi ekonomi dan konektivitas kegiatan ekonomi wilayah Kawasan Timur Indonesia, utamanya di Sultra,” imbuhnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy