Dosen UHO Terbitkan Buku Kepemiluan – Kendari Pos
Edukasi

Dosen UHO Terbitkan Buku Kepemiluan

Dosen UHO, Dr. Najib Husain memperlihatkan buku yang telah diterbitkan bersama dua rekannya, yakni La Zuada Husen dan Laxmi.

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagai seorang akademisi, tentu dituntut untuk selalu mengamalkan tridharma perguruan tinggi. Hal itu pula yang dilakukan oleh akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Najib Husain.

Ia bersama La Zuada Husen dan Laxmi telah menerbitkan buku Kepemiluan, yang tak hanya diperuntukan bagi penyelenggara Pemilu, tapi juga bagi masyarakat umum dan mahasiswa, sebagai referensi melihat dunia pemilu di Indonesia, khususnya Sultra.

Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP UHO, Najib Husain mengatakan, buku tersebut akan menjadi pegangan mahasiswa Fisip, karena ada mata kuliah yang berkaitan dengan Pemilu yakni mata kuliah sistim kepartaian dan pemilu. “Kami berharap, buku ini bisa menjadi referensi tambahan yang ingin tahu kondisi kepemiluan di Indonesia, khususnya Sultra,” ujarnya.

Buku tersebut didasari dari penelitian selama tiga bulan. Nah, penelitian itu adalah program dari KPU RI yang diturunkan ke KPU Provinsi Sultra, yang mendapatkan satu pembahasan tentang badan ad hoc, marena saat pemilu 3019 lalu, KPU banyak diserang oleh berbagai hoax tentang posisi KPU, yang dianggap menjadi penyebab meninggalnya beberapa anggota Badan Ad Hoc.

“Supaya hasil penilitian ini bisa dicerna oleh masyarakat umum, maka kami format format menjadi buku, dengan judul ‘Dilema Badan Penyelenggara Pemilu, Potret Badan Ad Hoc Serentak 2019 Sulawesi Tenggara’. Covernya adalah potret perjuangan Badan Ad Hoc dalam bekerja mendistribusi logistik,” terangnya.

Menurutnya, buku itu terdiri dari tiga bagian, pertama soal rekrutmen, kedua beban kerja, dan ketiga adalah integritas. “Dari hasil riset untuk perekrutan, ada satu hal yang kurang diantisipasi yaitu pemeriksaan kesehatan. Ini dianggap remeh, bahkan ada yang tidak diperiksa kesehatan saat rekrutmen Badan Ad Hoc, dan ini terulang lagi 2020 ini. Padahal, itu sangat perlu dipikirkan karena berkaitan dengan beban kerja. Apalagi saat 2019, mereka harus bekerja tiga hari tiga malam, utamanya KPPS yang gajinya hanya Rp 500 ribu,” beber Pakar Politik Sultra tersebut.

Ia menyebutka juga bagian ketiga adalah Integritas. Didasari dari masalah apa yang menyebabkan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dan salah satu bagian yang kurang diperhatikan adalah bagaimana memberikan pembekalan kepada Badan Ad Hoc, dan hanya fokus pada sosialisasi, sehingga banyak kesalahan teknis di lapangan, dan anggaran lebih banyak terpakai.

Buku tersebut diteliti selama tiga bulan, dan diolah selama satu setengah bulan, sehingga tenggat waktu sampa cetak adalah empat setengah bulan. Ada tiga penulis dalam buku tersebut, Najib Husain dari aspek komunikasi politik, La Zuada Husen dari politik murni dan Laxmi dari keterwakilan gender, serta pengantar dari Titi Anggraini.

“Cetakan pertama buku ini ada 75 eksampler. Kalaupun dibagikan bukan untuk mencar profit, tapi untuk publikasi. Buku ini juga didedikasikan kepada penyelenggara yang meninggal dunia di Sultra, dan jika buku ini dijual, maka seluruh keuntungannya akan diserahkan kepada para keluarga yang meninggal, yakni pahlawan demokrasi Sultra,” pungkasnya. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy