Dorong Kemajuan Koperasi, Pemprov Sultra Intensifkan Pembinaan – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Dorong Kemajuan Koperasi, Pemprov Sultra Intensifkan Pembinaan

KANTOR DINAS KOPERASI UMKM SULTRA

KENDARIPOS.CO.ID — Meski banyak koperasi yang tidak aktif dan tidak rutin melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT), pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap melakukan pembinaan. Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sultra, hingga Januari 2020 terdapat 4.273 koperasi di Sultra. Dari jumlah tersebut, hanya 3.061 koperasi yang aktif sedangkan yang patuh melaksanakan RAT hanya 372 koperasi. “Terhadap yang belum RAT, kami terus melakukan pembinaan dan pendampingan,” ujar Kepala Dinas Koperasi UMKM Sultra, Hery Alamsyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/2).

Dijelaskan bahwa koperasi yang tidak aktif tersebut kadangkala disebabkan oleh faktor sumber daya pengelolanya yang tidak memadai sehingga tidak bisa mengembangkan usaha. Di samping itu, banyak koperasi yang tidak menyadari pentingnya RAT meskipun kegiatan operasional berjalan dengan baik. Padahal, RAT merupakan salah satu indikator sehat tidaknya sebuah koperasi dari aspek kelembagaan.

“Saat ini kami terus berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya melaksanakan RAT melalui Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL). Beberapa koperasi memang tidak melaksanakan RAT karena tidak paham bagaimana mekanismenya dan menganggap RAT tidak penting,” terang Hery.

Mengenai sanksi pembubaran, kata dia, hal itu hanya bisa dilakukan kepada unit koperasi yang benar-benar tidak lagi memenuhi kriteria yakni koperasi sudah benar-benar tidak beraktivitas. “Misalnya, sudah tidak diketahui keberadaannya, pengurusnya tidak dapat ditemui, alamat kantor tidak ditemukan, nah ini bisa diusulkan untuk bubar. Kalau hanya tidak melaksanakan RAT, sementara usahanya jalan, maka tidak bisa serta merta dibubarkan. Harus dilakukan pembinaan dulu,” tegasnya.

Berkat pendampingan yang rutin, kata dia, sejumlah koperasi di Sultra kini semakin aktif. Ia optimis, gairah perkoperasian khususnya di Sultra akan tumbuh kembali. Terlebih dengan adanya kebijakan Lembga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang hanya bisa memberikan bantuan kepada koperasi dan UMKM yang sudah berbadan hukum.

Tidak dipungkiri bahwa koperasi kini kalah pamor dari bentuk usaha lain seiring perkembangan zaman. Karenanya, kata Hery, Kementerian Koperasi dan UKM RI berusaha mengembalikan kejayaan koperasi melalui berbagai program strategis. Ada perhatian khusus untuk kembali membangkitkan gairah perkoperasian Indonesia karena koperasi memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

“Spirit dari koperasi adalah meningkatkan kesejahteran anggota. Laba urusan kesekian. Melihat spirit ini, maka koperasi adalah sebuah unit usaha yang paling bagus. Dengan catatan dijalankan sesuai prinsip-prinsip koperasi. Saat ini memang banyak pendirian koperasi dengan orientasi lain. Ini yang akan terus dibenahi,” imbuhnya. Disebutkannya, sepanjang tahun 2019 tidak ada koperasi di Sultra yang dibubarkan. Pihaknya akan terus mendorong koperasi yang belum melaksanakan RAT agar lebih aktif lagi. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy