Dishub Butur : Bebaskan Wilayah Terisolasi, Bangun Konektivitas Moda Transportasi – Kendari Pos
Buton Utara

Dishub Butur : Bebaskan Wilayah Terisolasi, Bangun Konektivitas Moda Transportasi

KENDARIPOS.CO.ID — Abu Hasan membuktikan diri sebagai pemimpin pro rakyat. Ia tidak hanya piawai dalam urusan pertanian sebagaimana sektor prioritas pemerintahannya saat ini. Mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini juga tahu betul bagaimana membangun sektor stategis lainnya demi menunjang perekonomian rakyatnya. Itulah yang dilakukannya di sektor perhubungan. Sejak menerima amanah sebagai Bupati Buton Utara, Abu Hasan sudah mengidentifikasi masalah-masalah perhubungan diotoritanya. Saat itu terlihat jelas jika akses masyarakat sangat terbatas. Ada yang terisolasi karena tak ada akses jalan, ada pula yang belum punya trayek angkutan.

Empat tahun menjabat, Ketua PDIP Sultra ini sudah memberi banyak perubahan. Kini, semua wilayah sudah terkoneksi dengan moda transportasi baik itu darat maupun laut. “Kalau udara belum kita pikirkan. Karena nanti yang naik pesawat pejabat saja. Kecuali laut dan darat itu sifatnya memang mendesak,” ujar Abu Hasan.

Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan (kiri) melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Perhubungan terkait bantuan kapal pelayaran rakyat berkapasitas 35 GT. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Butur, La Madia (kanan) ikut mendampingi.

Kepala Dinas Perhubungan Buton Utara, La Madia mengatakan pertumbuhan moda transportasi dalam empat tahun terakhir menunjukan grafik signifikan. “Kalau misalnya kita bicara moda transportasi laut itu jumlah awalnya 1.336 tahun 2016. Sekarang sudah jadi 2. 833 unit,” jelasnya. Selain itu, trayek-trayek angkutan darat juga ikut bertambah. Khusus jalur roda empat misalnya mengalami peningkatan dari 49 menjadi 93. “Jadi saat ini semua wilayah sudah terkoneksi. Simpul transportasi kita sudah terhubung,” tambahnya. (b/had/lyn/adv)

Poles Tambatan Perahu Jadi Objek Wisata

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagai daerah kepulauan, masyarakat Buton Utara (Butur) anyak berdomisi di wilayah pesisir. Mata pencaharian mereka pun didominasi oleh nelayan. Untuk menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya, sudah pasti masyarakat membutuhkan dermaga atau tambatan perahu.

Kepala Dinas Perhubungan Butur, La Madia mengatakan dalam rangka menunjang transportasi laut antar wilayah pesisir, Pemkab Butur sudah hadir melalui pembangunan tambatan labuh. Kata dia, selama kepemimpinan bupati dan wakil bupati Abu Hasan-Ramadio Pemkab sudah berhasil membangun tambatan perahu sebanyak 53 unit di daerah pesisir. “Dari tahun ke tahun itu bertambah, dari 45 tahun 2016 menjadi 53 saat ini, ” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Butur, La Madia (tengah).

Pembangunan tambatan perahu ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan sehingga masyarakat pesisir lebih semangat lagi menangkap ikan di laut. “Tentunya, pemerintah berharap dengan didukungnya fasilitas disektor perhubungan laut tempat berlabuh kapal nelayan, pendapatan mereka juga akan meningkat,” katanya. Selain sebagai sarana transportasi, tambatan labuh juga dipoles secantik mungkin agar menjadi objek wisata. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya lebih dari sekedar dermaga perahu. “Dibuat secantik mungkin biar bisa dipakai juga untuk berwisata. Dan itu terbukti sekarang banyak yang weekend ke tambat labuh perahu,” tambahnya. (c/had/lyn/adv)

Dapat Bantuan Kapal, Layani Pelayaran Bonegunu-Kambowa

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi geografis Kabupaten Buton Utara (Butur) terletak di daerah kepulauan. Akses jalur tranprotasi laut sangat dibutuhkan masyarakat daerah setempat untuk menjelajahi wilayah luar selain transportasi darat. Olehnya itu, Dinas Perhubungan terus berupaya mendapatkan bantuan kapal rakyat dari Kementerian Perhubungan. Proposal yang diajukan akhirnya membuahkan hasil Kemenhub mengakomodir pengusulan bantuan tersebut. Tahun 2020 Butur dapat satu unit kapal rakyat 35 GT.

Dalam membebaskan wilayah terisolir, Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan kerap turun lapangan. Upaya ini tak lain untuk membangun koneksifitas moda transportasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Butur, La Madia mengatakan, upaya percepatan aksesibilitas jaringan transportasi laut pada wilayah Kabupaten Butur terus tingkatkan dalam menjamin kelangsungan dan kelancaran pelayaran angkutan orang dan barang, yang dampaknya sangat membantu mengurangi tingginya harga sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat masih sangat belum memadai. “Butur bantuan kapal pelayaran rakyat 35 GT diproyeksi untuk melayani transportasi antar kecamatan terutama Kambowa dan Bonegunu,” ujar La Madia.

Sementara itu, Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengatakan, berbagai ikhtiar untuk mendapatkan bantuan kapal rakyat dari Kemenhub merupakan bukti keseriusannya membangun Buton Utara. Tidak hanya fokus membangun infrastruktur transportasi dara tetapi juga di laut.
Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu mengungkapkan, kapal rakyat diberikan dengan kapasitas maksimal bisa mengangkut 35 ton.

Bupati Butur, Abu Hasan (topi merah) meninjau pembangunan dermaga.

“Sebagaimana rencana dan konsep program pengembangan yang sinergis dalam keterpaduan sistem transportasi yang menjadi prioritas. Maka pihak pemerintah Kabupaten Butur mengajukan proposal bantuan kapal pelayaran rakyat Gros Tonase ( GT ). Alhamdulillah diakomodir Kemenhub” tandasnya. (b/had/lyn/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy