Dirut RS Bahteramas : Pasien Suspect Belum Pasti Corona, Tapi Tetap Dipantau – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Dirut RS Bahteramas : Pasien Suspect Belum Pasti Corona, Tapi Tetap Dipantau

KENDARIPOS.CO.ID — Usai tur ke negeri Ginseng, Korea, warga Kendari berinisial MW (22) mengalami gejala flu dan batuk. Minggu (2/2) malam, ia dirawat ke RS Bahteramas karena gejalanya diduga mirip dengan virus corona. Pihak rumah sakit melakukan penanganan khusus. Setelah melewati rangkaian pemeriksaan, MW dipastikan mengalami flu biasa, bukan akibat dari virus corona yang diisukan, Senin (3/2).

Penanganan khusus di ruang isolasi merupakan perlakukan sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) RS dalam penanganan penyakit. Direktur RS Bahetramas, dr Sjarif Subijakto meminta masyarakat tidak panik mendengar isu yang beredar soal virus corona. “Ada gejala suspect. Suspect itu artinya diduga terjangkit. Jadi belum pasti. Untuk memastikan itu makanya dilakukan perawatan di ruang isolasi. Namun, setelah dirawat, pasien sudah membaik,” ujar dr.Sjarif ditemui diacara Ngobrol Kinerja (Ngoki) bersama OPD Pemprov Sultra, Senin (3/2).

Meski sudah membaik, pasien tersebut tetap harus menjalani pemeriksaan di ruang isolasi. “Yang bersangkutan tetap terus kita pantau. Karena masa inkubasi virus itu 14 hari dan ini sudah masuk hari kelima. Jadi masih ada 9 hari lagi pasien harus menjalani pemeriksaan. Untuk itu, selama masa inkubasi belum selesai, kita tetap tangani serius,” jelas dr. Sjarif.

Direktur RS Bahetramas, dr Sjarif Subijakto.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak cemas menanggapi isu yang beredar di media sosial soal virus corona Masyarakat harus memahami terkait virus corona. “Bersyukur kita berada di daerah dengan iklim tropis. Virus corona itu sulit hidup atau berkembang di daerah iklim tropis. Tapi kita tetap waspada,” pungkasnya.

Pantauan Kendari Pos, di depan ruang isolasi RS Bahteramas, sejumlah perawat tampak berjaga-jaga. Mereka terlihat membagikan masker kepada pengunjung yang masuk ruang isolasi. Sesekali, ada keluarga pasien maupun tenaga medis masuk keluar ruangan perawatan.
Humas RS Bahteramas, Masyita mengatakan pasien masuk mendapat perawatan di ruang isolasi.

“Kami curigai saja, tapi tidak benar jika itu sudah positif (virus Corona). Kami cuma khawatirkan, sehingga pasien ini dibawa ke ruang isolasi. Hanya statement itu yang dapat kami sampaikan,”tegas Masyita kepada Kendari Pos, Senin (3/2). Diakuinya ruang isolasi RS Bahteramas masih memiliki kekurangan untuk menangani virus corona. Misalnya, HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter atau tekanan udara ruangan positif dan negatif. Fasilitas inilah yang belum dimiliki RS Bahteramas.”Kami belum memiliki alat tersebut,”katanya.

Dinkes Belum Pastikan Warga Sultra di Natuna

238 orang WNI sudah dievakuasi pemerintah pusat dari Cina, Minggu (2/2). Mereka diobservasi di pangkalan TNI di Natuna. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Andi Hasnah mengaku belum mendapt informasi apakah dari total 238 WNI itu, termasuk warga Sultra atau tidak.

“Untuk warga Sultra yang ikut rombongan evakuasi itu belum kami tahu pasti. Secepatnya akan kami komunikasikan di Kemenkes,” ujar Andi Hasnah, kemarin. Yang jelas saat ini semua sementara proses observasi di Natuna. Semua fasilitas disiapkan lengkap. “Jadi warga Indonesia dan Sultra tidak perlu khawatir, sebab dari hasil pemeriksaan awal di Wuhan, Cina, para WNI ini dalam keadaan sehat,” ungkap dr.Andi Hasnah. Menurutnya, 238 WNI di Natuna akan di observasi selama 14 hari. Jika tidak ada gejala virus corona, mereka bisa langsung pulang dan berkumpul dengan keluarga masing-masing. (yog/ade/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy