Dinkes Kendari Temukan 60 Kasus DBD, Warga Diimbau Waspada – Kendari Pos
Metro Kendari

Dinkes Kendari Temukan 60 Kasus DBD, Warga Diimbau Waspada

Ilustrasi DBD

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini mulai mengintai warga Kota Kendari. Selama bulan Januari hingga media Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari menemukan 60 kasus yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk itulah, warga diminta menjaga pola hidup bersih.

Kepala Dinkes Kota Kendari, Rachminingrum mengatakan virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini memang perlu diwaspadai pada periode Januari-Maret. Pasalnya, periode ini kondisi lingkungan menjadi sangat lembab dan sangat baik bagi nyamuk Aedes Aegypti ini untuk bertelur.

“Setiap hari ada saja temuan DBD yang menyerang masyarakat Kota Kendari. Untuk itu, masyarakat harus menjaga lingkungannya dengan baik. Guna meminimalisir dampak dari penyebaran virus ini,” tuturnya, Jumat (14/2).

Sepanjang Januari, pihaknya lebih mengintensifkan pencegahan penyebaran dari nyamuk penyebab virus DBD ini, melalui pemberlakuan Fogging atau pengasapan dititik-titik yang diduga menjadi saran nyamuk berdasarkan informasi yang didapatkan oleh masyarakat. “Setiap hari kita lakukan Fogging antara pagi dan sore. Kalau pagi hujan berarti kita lanjutkan aktivitas Foggingnya sore, begitupun sebaliknya,” tuturnya.

Saat ini, masyarakat yang terdampak DBD tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Kendari, RS Aliyah I, RS Aliyah III, Bahteramas, Santa Anna, RSUD Kota Kendari serta di berbagai Puskesmas yang tersebar di Kota Kendari. “Sebenarnya penyakit DBD ini dipengaruhi dari faktor lingkungan. Khususnya, pada saat musim hujan, populasi nyamuk bertambah banyak karena adanya genangan air di lingkungan sekitar. Nah, genangan air inilah yang dapat menyebabkan telur nyamuk mengering saat musim kemarau berkembang menjadi jentik atau larva, selanjutnya menjadi nyamuk dewasa,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memahami akan pentingnya melakukan tindakan menguras, menutup dan mengubur sebagai bentuk kewaspadaan terhadap serangan DBD dan yang terpenting budayakan pola hidup sehat. “Perkembangan DBD dikarenakan ada virus, ada penderita dan ada nyamuk. Nah, kalau ada virus, dan penderita namun tidak ada nyamuk pembawa virus ini, maka kasus DBD akan menurun secara drastis. Untuk itu, jika ingin menurunkan angka DBD jangan pelihara nyamuknya” pungkasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy