Dewan Minta Pemkot Hidupkan Pasar Baru – Kendari Pos
Metro Kendari

Dewan Minta Pemkot Hidupkan Pasar Baru

KENDARIPOS.CO.ID — Geliat ekonomi di Pasar sentral Wua-Wua Kendari masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Sejak diresmikan pada tahun 2016 lalu, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut masih tergolong sepi. Kondisi ini pun menuai sorotan parlemen. Ketua DPRD Kota Kendari, H. Subhan ST meminta pemerintah harus mengambil langkah konkrit untuk menghidupkan kembali pasar baru. “Persoalan pasar baru ini disebabkan beberapa faktor, seperti kurangnya pedagang yang ada di pasar tersebut. Alhasil, pengunjung enggan berbelanja. Selain itu, munculnya pusat perbelanjaan modern,” tuturnya, Selasa (4/2).

Untuk itu, relokasi pedagang yang masih ada di kawasan eks Pasar Panjang sebaiknya harus segera dilakukan. Kurangnya pedagang di Pasar Baru memberikan pengaruh bagi menurunya aktivitas perdagangan. “Sebenarnya, daya beli pengunjung kurang di pasar baru yang disebabkan kurangnya barang yang tersedia. Sehingga, ketika masyarakat berkunjung ke Pasar Wua-Wua, maka mereka tidak akan merasa puas dikarenakan barang yang mereka cari tidak tersedia,” tuturnya.

Persoalan kemacetan yang kerap terjadi di depan Pasar Baru juga menjadi salah satu momok bagi menurunya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. “Dengan adanya pembangunan jalan inspeksi di pinggir kali Wanggu kedepan, merupakan salah satu cara untuk mengurai kemacetan di kawasan itu,” tuturnya.

Pasar Baru yang sepi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan, perlu adanya jalur yang harus dibuka di belakang Pasar Baru. Sehingga, para masyarakat dan juga pedagang tidak perlu lagi menyebrang dan ber macet-Magetan jika ingin berkunjung ke pasar baru. “Pemikiran-pemikiran seperti ini harus menjadi solusi yang harus dilakukan oleh Pemkot Kendari, guna menghidupkan aktivitas jual belu di kawasan pasar baru,” tuturnya.

Sebenarnya, Pemkot bisa menjadikan contoh pasar tradisional di daerah Jakarta, di tengah gempuran minimarket, pasar tradisional masih menjadi primadona bagi masyarakatnya, dengan melakukan rekayasa lalu lintas, di kawasan pasar tradisional hinggga digratiskannya para pedagang untuk berjualan di pasar tradisional. Salah seroang pedagang Pasar Baru, Numiatun mengatakan daya beli masyarkat di Pasar Baru sangat rendah, sehingga keuntungan susah untuk pedagang peroleh. “Sangat sedikit masyarakat yang datang berbelanja disini, sehingga, barang yang kita jual sanagt susah terjual. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan makan satu persatu para pedagang yang bertahan disini terancam gulung tikar,” keluhnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy