Derita Sarlan, Bocah di Buteng Pengidap Gizi Buruk : Badan Kurus Kering – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Derita Sarlan, Bocah di Buteng Pengidap Gizi Buruk : Badan Kurus Kering

Sarlan terbaring lemas saat menjalani perawatan di IGD Puskesmas Gu. Dia ditunggui sang nenek, Wa Nini (kanan), Kamis (13/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Perkembangan kesehatan Sarlan luput dari pantauan petugas kesehatan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) satu tahun terakhir. Bocah berusia 7 tahun itu diduga mengidap gizi buruk. Tubuhnya kurus. Posturnya tak seperti anak berusia 7 tahun.

Anak pasangan La Sari dan Wa Lani itu terlihat ringkih dan lemah. Setidaknya itulah kondisi yang disaksikan koresponden Kendari Pos saat menjenguk Sarlan di Puskesmas Gu, Buteng, kemarin.

Tetangga Sarlan, La Fadi menuturkan kondisi Sarlan berubah sejak satu tahun lalu. Sang ibu, Wa Lani yang diduga menderita stres berat tak bisa merawat Sarlan dengan baik, termasuk menjaga pola makan sang anak.

“Dulu itu anak (Sarlan,red) itu sehat-sehat saja. Saya pun sering memberikan makanan ketika saya menjumpainya,” ujar La Fadi kepada wartawan Kendari Pos, Kamis (13/2).

Setelah ditinggal cerai suaminya, Wa Lani menunjukkan gelagat stres berat. Sebelum Sarlan diasuh ibunya, dia tinggal bersama sang nenek, Wa Nini. Namun ketika penyakit stres Wa Lani kambuh dan mengamuk, Sarlan kembali diasuh sang mama. “Dulu Sarlan diasuh neneknya. Namun mamanya sering mengamuk dan membakar rumah neneknya maka neneknya membiarkan Sarlan diasuh mamanya sendiri,” jelas La Fadi.

Sejak diasuh mamanya, kondisi Sarlan justru kian memburuk. Tetangga yang prihatin mencoba menolong dan membawanya ke Puskesmas namun memilih mundur karena diadang Wa Lani. “Kami juga sudah sering membujuk Wa Lani supaya anaknya dibawa ke Puskesmas. Tapi tidak diizinkan. Kami juga tidak memaksa,” ucap La Fadi.

Mendengar adanya kondisi warga mengalami gizi buruk di wilayah kerjanya, Kepala Puskesmas Gu, La Ode Saidin bergerak cepat membawa Sarlan ke Puskesmas. Tapi usahanya hampir gagal karena Wa Lani masih saja tak terima anaknya ditolong. “Pertama kami berhasil membawa anak tersebut di Puskesmas. Infus pun dipasang namun mamanya tiba-tiba datang dan menghambur dan membuka inpus. Keributan terjadi. Akhirnya kami dan polisi mengamankan Wa Lani agar Sarlan bisa dirawat,” terangnya.

Saat ini, Sarlan tengah dalam perawatan. Tim dokter juga sudah melakukan pemeriksaan. Hari ini akan diketahui penyakit apa saja yang diduga diidap Sarlan selain gizi buruk. “Pemeriksaan sudah dilakukan, besok (hari ini,red) baru bisa diketahui hasil pemeriksaan dokter. Untuk sementara, anak tersebut duga mengidap beragam penyakit atau infeksi dalam,” ulas La Ode Saidin.

Meski Sarlan dan keluarganya belum masuk peserta BPJS Kesehatan, La Ode Saidin akan optimal merawatnya sampai benar-benar sembuh. “Nanti saya akan urus administrasinya. Dan saya akan serahkan ke Dinas Kesehatan agar punya fasilitas kesehatan,” kata Saidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Malik memberikan bantuan beras dan mie instan dan sembako untuk Sarlan dan keluarganya. “Kami hadir di sini sebagai bentuk peduli. Kami akan mendata keluarga Sarlan agar diprioritaskan mendapat bantuan dari Pemkab Buteng apalagi kondisi keluarga Sarlan sangat memprihatinkan,” ujar Malik saat membesuk Sarlan, kemarin. (rud/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy