Demi Kesejahteraan Rakyat, Abu Hasan Tiada Henti Membangun Butur – Kendari Pos
Buton Utara

Demi Kesejahteraan Rakyat, Abu Hasan Tiada Henti Membangun Butur

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Buton Utara (Butur) terus bersolek. Kini, wajah kabupaten yang dipimpin duet Bupati Abu Hasan dan Wakil Bupati, Ramadio (ABR) itu telah banyak berubah. Berbagai gebrakan pembangunan dilakukan. Sebut saja, infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga bedah rumah tak layak huni (RTLH). Abu Hasan bertekad tiada henti membangun demi kesejahteraan rakyat.

Tak hanya itu, gagasan cerdas Bupati Butur, Abu Hasan sukses menjadikan Butur menjadi kabupaten penghasil pangan organik yang menuai prestasi di kancah nasional. Daerah berjuluk Lipu Tinadekono Sara kian populer ditangan Bupati Abu Hasan.

Semua kesuksesan pembangunan Bupati Butur, Abu Hasan dipaparkan dalam ekspose empat tahun membangun. Dalam rentang waktu empat tahun, Abu Hasan menorehkan berbagai prestasi dengan raihan berbagai penghargaan. Kategori sebagai tokoh pemimpin visioner disektor pertanian organik dari raih dari Harian Kendari Pos selama tiga tahun berturut-turut dan sukses membawa Butur merengkuh Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award tahun 2018 dengan nilai B.

Selain itu, penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2019 dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Penghargaan atas komitmen terhadap peningkatan produksi dan pembangunan perkebunan berkelanjutan pada hari perkebunan ke 62 di Jawa Timur oleh Menteri Pertanian. Abu Hasan juga meraih Bank Indonesia Award kategori kabupaten terbaik dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah tahun 2019.

“Terobosan laun yang dilakukan adalah peningkatan investasi dan peluang usaha masyarakat dengan memudahkan proses perizinan. Untuk meningkatkan pelayanan, pengurusan kelengkapan administrasi kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu kelahiran jangkauannya semakin luas dengan sistim aplikasi yang secara mobile bisa dilakukan dan menjangkau seluruh wilayah kecamatan sehingga memudahkan masyarakat untuk memperoleh KTP, Kartu Kelurga dan akta kelahiran,” ujar Abu Hasan dalam ekspose empat tahun membangun, Senin (17/2).

Selain itu, dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi maka dikembangkan program pengembangan pertanian organik berbasis kawasan industri. Pertanian organik menjadi pilihan karena sudah menjadi tradisi masyarakat lokal sejak ratusan tahun, sebagai sumber plasma nuftah beras lokal merah dan hitam sejumlah 45 kultivar serta mencipatakan lapangan kerja masyarakat,” terang Abu Hasan.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu mengungkapkan, pertanian organik merupakan salah satu sumber pangan sehat yang menjadi lifestyle masyarakat dunia dan permintaan pasar organik yang masih cukup besar dan sejalan dengan program Nawacita Presiden Jokowi yakni 1.000 desa organik.

“Komoditas unggulan berbasis industri di Kulisusu utara sebagai kawasan kelapa 7.000 hektare, Wakorumba Utara–Kambowa sebagai kawasan jambu mete sekira 6.500 hektare, Kulisusu Barat Bonegunu sebagai kawasan pertanian organik 1.200 hektare dan Teluk Kulisusu sebagai kawasan rumput laut sekira 1.000 hektare dengan potensi 7.000 hektare,” bebernya.

Abu Hasan menambahkan, pertanian organik yng dikembangkan di Buton Utara merupakan padi ladang atau padi lokal dan ini menjadi kearifan lokal masyarakat Butur dengan konsep bahwa tanah, tumbuhan, hewan dan manusia saling terkait satu sama lain. Pertanian organik bertujuan untuk mengembangkan sistim pertanian yang berkelanjutan dan aman.

“Arah kebijakan pengembangan pertanian organik didukung oleh regulasi surat keputusan gubernur nomor 82 tahun 2019 tentang penetapan tecno park Butur sebagai binaan Pemprov Sultra. Surat Keputusan Bupati Butur nomor 17 tahun 2017 tentang pertanian organik, peraturan bupati nomor 30 tahun 2018 tentang pertanian organik dan perturan Bupati nomor 35 Tahun 2018 tentang rencana pembangunan kawasan pedesaan pertanian organik terpadu kabupaten Buton Utara,”jelasnya.

Ketua KONI Butur itu menjelaskan, dalam pengembangan padi organik sejak tahun 2016 hingga 2019, Pemkab Butur mengucurkan dana miliaran rupiah melalui program optimasi lahan atau pemanfaatan lahan tidur untuk ratusan hektare. “Petani diberikan bantuan sebesar Rp 2,5 juta perhektare dan bantuan benih. Peningkatan produksi padi organik terus dilakukan dengan bantuan sarana produksi seperti pupuk, obat obatan atau pestisida organik, alat dan mesin pertanian,” tambah Abu Hasan.

Pemkab Butur dalam kendali Bupati Abu Hasan membangun jejaring dan komunikasi dengan kementerian guna memperoleh dukungan dalam pengembangan komoditas unggulan. “Dan ini sudah terjawab dengan banyaknya bantuan dari kementerian pertanian, kementerian perikanan dan kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Dalam waktu dekat, Kemendes PDTT akan memberikan bantuan kepada petani kelapa yaitu pengembangan industri kopra putihm” jelas Abu Hasan.

Selain pengembangan industri produk olahan hasil pertanian, Pemkab Butur mengembangkan industri lainnya melalui organisasi Dekranasda. Dekranasda memberikan bantuan kepada kelompok perajin anyam anyaman, penenun dan pemanfaatan limbah kain atau limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi serta menciptakan motif tenun khas Buton Utara. (had/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy