Datangi KPK, Zulhas Hanya Tersenyum – Kendari Pos
Nasional

Datangi KPK, Zulhas Hanya Tersenyum

KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan akhirnya menghadiri panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2). Pria yang akrab disapa Zulhas ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait revisi alih fungsi hutan di Riau pada 2014.

Saat tiba di Gedung KPK pada pukul 10.00, Wakil Ketua MPR ini tak mau memberikan pernyataan kepada awak media. Dengan dikawal dua anggota kepolisian dan dua orang staf, Zulhas hanya melempar senyum.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (dua dari kanan) akhirnya menghadiri panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan akhirnya menghadiri panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2). Foto: Fathan Sinaga/jpnn

Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2009-2014 Zulkifli Hasan (Zulhas) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (14/2). Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014. Tak ada komentar apapun saat Zulhas tiba di gedung KPK, Jakarta pukul 10.05 WIB. Ia hanya melambaikan tangan kepada awak media dan langsung masuk ke lobi gedung KPK.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Zulhas akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Satu. Saat kasus suap ini terjadi, Zulhas menjabat sebagai Menteri Kehutanan. “Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka korporasi PT Palma Satu, terkait pengajuan perubahan fungsi atau peruntukan kawasan hutan Riau,” kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (14/2).

Jumat ini merupakan panggilan ketiga terhadap Zulhas. Sebelumnya Zulhas mangkir atau tak memenuhi panggilan sebanyak dua kali. KPK menetapkan anak usaha PT Duta Palma Group, PT Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014. Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/ PT Duta Palma, Surya Darmadi dan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta.

Penetapan tersangka terhadap ketiga pihak tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap alih fungsi hutan Riau yang sebelumnya menjerat Annas Maamun selaku Gubernur Riau dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gulat Medali Emas Manurung serta Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan.

Surya Darmadi bersama-sama Suheri diduga menyuap Annas Maamun sebesar Rp 3 miliar melalui Gulat Manurung. Suap itu diberikan terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan.

Nama Zulhas sempat disebut dalam konstruksi perkara tiga tersangka tersebut. Pada 9 Agustus 2014 Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau saat itu Annas Maamun. (tan/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy