Data Kependudukan Penentu Arah Kebijakan Bangsa – Kendari Pos
Nasional

Data Kependudukan Penentu Arah Kebijakan Bangsa

KENDARIPOS.CO.ID — Saban 10 tahun, data seluruh warga negara Indonesia (WNI) diperbaharui dalam sensus penduduk (SP). Data kependudukan dari SP menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan (decision making) sebagai proyeksi masa depan bangsa. Arah kebijakan daerah dan bangsa ini, merujuk dari data sensus penduduk.

10 tahun lalu SP dilakukan secara manual. Seiring kemajuan teknologi informasi, maka SP ikut bertransformasi. “Sensus penduduk tahun 2020 ini berbasis online (daring). Berbeda dengan sensus tahun 2010 yang dilaksanakan secara manual. Sensus online dimulai 15 Februari sampai 31 Maret,” ujar, Ahmad Luqman, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Perwakilan Sultra, Jumat (21/2) kemarin.

Selain secara online, sensus juga dilakukan secara offline (manual) setelah berakhirnya sensus online pada Juli mendatang. “Sensus ini wajib bagi seluruh WNI,” ungkap Lukman.

Metode pengumpulan data (online maupun offline), itu terbagi dalam tiga cara yaitu Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) serta Pencil and Paper Interviewing (PAPI). “Sensus online yang sedang berjalan saat ini adalah metode CAWI. Sensus offline nanti Juli berbasis CAPI dan PAPI. Kalau metode CAPI dilakukan oleh petugas yang berkunjung ke rumah warga dan masih tetap menggunakan ponsel milik petugas SP. Sementara sistem PAPI, petugas melakukan pendataan berbasis pensil dan kertas,”tuturnya.

Berhubung waktu sensus online hanya sampai 31 Maret, Lukman mengimbau masyarakat melakukan sensus dengan mengakses laman https://sensus.bps.go.id.

Nantinya, masyarakat akan disuguhkan 21 pertanyaan dari 4 kategori (lihat grafis). “Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan data yang akan dikumpulkan pada tahapan pencacahan lengkap sensus penduduk tahun ini,” kata Lukman.

Selain wajib bagi WNI, Warga Negara Asing (WNA) bolehkan mengikuti sensus ini. WNA yang tinggal di Indonesia dan masih berstatus kewarganegaraan asing, bukan orang asing yang telah menjalani proses naturalisasi menjadi WNI. “Karena sensus ini hanya bisa dilakukan setelah melakukan log in dengan menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), maka WNA harus terlebih dahulu mendapatkan kedua nomor identitas tersebut. Caranya mudah, mereka cukup masuk ke website resmi BPS, sensus.bps.go.id, pilih yang Bahasa Inggris,” jelasnya.

Nantinya, WNA akan mendapatkan penjelasan cara mengikuti sensus penduduk online kata Lukman. Misalnya, mereka diminta untuk mengirimkan email beserta data yang dibutuhkan seperti nama, nomor paspor, dan nomor ijin tinggal atau batas ijin tinggal di bagian tubuh email, lalu kemudian mengirimkannya ke alamat sp2020@bps.go.id. “Nanti email akan dibalas dengan dummy NIK dan dummy nomor KK yang nantinya bisa digunakan untuk login,” bebernya

WNI yang tidak tersensus hingga 31 Maret akan ditemui petugas BPS pada Juli mendatang. Khusus di Sultra, pendataan offline dengan metode CAPI hanya dilaksanakan di Kota Kendari, Kota Baubau dan Kabupaten Bombana, selebihnya menggunakan metode PAPI. Perbedaan perlakuan tersebut mengingat kondisi wilayah tiga daerah itu tidak memungkinkan untuk pendataan secara CAPI.

Sebelumnya, Kepala BPS Sultra, Moh Edy Mahmud mengatakan, sensus bertujuan menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia baik secara de facto maupun de jure.

Sensus juga menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk seperti fertilitas, mortalitas, migrasi, serta karakteristik lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk. Sensus Penduduk Online 2020 yang dilakukan BPS ini merupakan metode
baru yang tujuannya menggali partisipasi masyarakat agar lebih maksimal.

“Sensus online lebih ditujukan kepada masyarakat yang literasi digital teknologinya sudah baik. BPS juga menyasar
millenial yang saat ini sangat terhubung dengan teknologi. Melalui
metode online, sensus akan terlaksana dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Edy Mahmud.

Sensus online juga memungkinkan pengisian
data yang lebih jujur karena privasi yang sangat terjaga. Adapun dokumen yang perlu disiapkan saat mengisi data sensus online yakni Kartu Keluarga, KTP, Akta Nikah (jika sudah menikah), dan Akta Cerai (bagi yang sudah cerai). Terhadap masyarakat yang akses internetnya tidak memadai, BPS di setiap provinsi maupun kabupaten/kota telah diinstruksikan agar menyediakan
infrastruktur pendukung di masing-masing kantor BPS.

Sensus Penduduk Online (SPO) 2020 resmi di mulai Sabtu (15/2) pekan lalu. Sejumlah Gubernur Sultra, Wakil Gubernur Sultra, Rektor UHO, Ketua DPRD Provinsi, hingga Sekretaris Provinsi (Sekprov) telah melaksanakan sensus.

Gubernur Sultra, Ali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan hajatan sepuluh tahunan itu. Sensus penduduk bertujuan menghasilkan satu data kependudukan yang akan menjadi penentu dalam perencanaan berbagai kebijakan pemerintah ke depan. Data kependudukan tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan masa kini, tapi juga membuat proyeksi sampai tahun 2030 mendatang. “Sensus penduduk dapat membantu menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk. SP online, prosesnya sangat mudah dan cepat,” ujarnya.

“Ini merupakan program nasional dan kita sebagai jajaran Pemprov Sultra harus ikut menyukseskan dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat memberikan data akurat,” timpal Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas saat mengisi data SP Online di rumah jabatan wakil gubernur.

Terpisah, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Muhammad Zamrun, M.Si., M.Sc., mengajak seluruh sivitas akademika Kampus Hijau untuk melakukan SP online.Salah satu peran warga kampus adalah menyiapkan data sebagai acuan pemerintah dalam menciptakan program pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Setelah melihat langkah point isian dari awal sampai akhir, biar yang tidak sekolah pun bisa melakukannya. Artinya, semua orang bisa melakukannya asalkan bisa membaca. Kita menjawab pertanyaan seputar data pribadi,” ungkap mantan Dekan FMIPA UHO itu.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir pun mengajak masyarakat menyukseskan SP tahun 2020. “SP bisa lebih optimal
bila semua pihak proaktif,” ujar Sulkarnain. Ia telah menginstruksikan jajarannya di tingkat kecamatan, keluarahn hingga RT/RW terlibat aktif.

Tidak hanya menyosialisasikan, namun membantu pelaksanaanSP. Dengan begitu, data yang diperoleh lebih akurat.“Kita harus dukung. Sebab data yang dihasilkan akan menjadi rujukan pemerintah dalam pengambilan keputusan atau kebijakan,” ungkap Sulkarnain Kadir.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan, SP Online dapat menambah literasi penggunaan teknologi informasi yang lebih baik. “Sebagai pejabat publik harus memberi contoh bahwa ia telah turut serta menyukseskan program dengan mengisi sensus tersebut. Saya berharap SP Online ini berjalan lancar karena ini sejalan dengan misi Pemkab Konsel untuk mewujudkan Konsel Satu Data Kependudukan Indonesia Maju,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Koltim, Tony Herbiansyah telah mengisi data penduduk melalui laman sensus.bps.go.id. Tony berpendapat, sensus penduduk 2020 sebagai jembatan menuju satu data kependudukan Indonesia. “ASN dan masyarakat, mari kita sama-sama menyukseskan SP online,” ajak Tony Herbiansyah. (ags/uli/idh/kam/kus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy