Cuaca Ekstrem Melanda Sultra, Lima Daerah ini Rawan Banjir – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Cuaca Ekstrem Melanda Sultra, Lima Daerah ini Rawan Banjir

Ilustrasi Cuaca Ekstrim

KENDARIPOS.CO.ID — Cuaca ekstrem melanda Provinsi Sultra. Guyuran hujan membuat debit air tak mampu ditampung sungai dan kali. Hembusan angin kencang memicu gelombang tinggi di lautan. Lima daerah rawan banjir, Kabupaten Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan, Konawe Kepulauan (Konkep) dan Kota Kendari harus mulai waspada. Baru-baru ini, banjir melanda sebagian wilayah di Konut dan Konkep.

Tingginya curah hujan di Kabupaten Konkep, Senin (24/2) dini hari lalu, membuat sungai tak mampu menampung debit air. Air meluap dan menghanyutkan jembatan Lamoluo di Desa Bukit Permai Kecamatan Wawonii Barat dan jembatan Waturai, Kecamatan Wawonii Tenggara.

Begitu pula hujan deras yang melanda daratan Kecamatan Andowia, Kabupaten Konut, Rabu (26/2) lalu, membuat air menggenangi kawasan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Puusuli Dari 97 huntara, 60 unit diantaranya terdampak banjir.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kelas II Kendari, Ramlan mengatakan berdasarkan catatan histori BMKG, setiap bulan Februari dan Maret memang terjadi peningkatan curah hujan di Sultra, termasuk di Kendari.

“Untuk periode lamanya tidak menentu, kadang lebat hingga berjam-jam, kadang juga lebat tapi tidak lama. Namun secara umum Sultra sudah masuk musim penghujan. Tahun ini, musim hujan lebih panjang ketimbang musim kemarau,” ujarnya kepada Kendari Pos, Jumat (28/2).

Musim hujan di Sultra terjadi Januari hingga Juli, musim kemarin mulai Agustus hingga Oktober. “Sedangkan selisih dari bulan itu sebagai masa peralihan,” kata Ramlan.

Kata dia, meski curah hujan belum menunjukkan intensitas tinggi dan tidak semua wilayah memiliki intensitas hujan yang sama.

“Tapi untuk di wilayah Sultra puncaknya rata-rata akan terjadi pada Mei hingga Juni. Tetapi beberapa daerah juga akan mengalami puncaknya di bulan Maret. Tetapi terkait lama waktu hujan sendiri berbeda-beda. Walaupun durasi turun hujan lama jika curah hujannya rendah maka tidak akan berbahaya,”jelas Ramlan.

Meski begitu, Ramlan menyebut curah hujan saat ini belum tergolong ekstrem. Kategori hujan terbagi atas 0-50 milimeter (mm) curah hujan rendah, 50-100 mm tergolong kategori hujan menengah dan 100-150 mm hujan lebat. Nah, di atas 150 milimeter tergolong hujan ekstrem. “Saat ini khusus wilayah Sultra masih tergolong kategori hujan menengah, sebab curah hujannya masih dibawah 100 mm hingga 150 mm,”terangnya
.

Saat ini, hujan yang turun belum mencapai puncaknya. Ramlan memprediksi beberapa wilayah di Sultra berpotensi hujan deras hingga ringan. Potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi di wilayah Buton Utara, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, konawe Utara, Konawe selatan, Konawe, Konawe Kepulauan, Muna dan Muna Barat. “Kondisi ini perlu diwaspadai bagi daerah-daerah yang rawan akan bencana banjir,”tutup Ramlan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra sudah menurunkan tim ke lokasi banjir di Konut dan Konkep. Tim BPBD Sultra, Pemkab Konut dan Konkep akan berkoordinasi untuk mengetahui sejauh mana dampak yang terjadi serta menginventarisir kebutuhan warga terdampak banjir. “Saat ini kami sementara menunggu laporan tim yang turun lapangan. Intinya penanganan cepat dalam penanggulangan bencana di dua daerah ini,” ujar Boy Alamsyah, Kepala BPBD Sultra, Boy Alamsyah kepada Kendari Pos, Jumat (28/2).

Boy menjelaskan, pihaknya telah memberi rekomendasi kepada pemerintah kabupaten dan kota se-Sultra untuk segera membuat jalur evakuasi bagi warga. Apalagi saat ini memang masih banyak daerah yang belum mempunyai jalur evakuasi, terutama daerah-daerah rawan banjir seperti, Konut, Konawe, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka dan beberapa daerah lainnya.

“Apalagi saat ini kita memasuki siaga darurat, antisipasi curah hujan tinggi yang akan terjadi. Sebelumnya kita sudah minta daerah-daerah itu untuk segera buat jalur evakuasi, untuk membuat titik-titik kumpul di daerah rawan bencana,” ucapnya.

Kata Boy, hanya Kota Kendari yang telah memiliki jalur evakuasi. Terdapat di dua titik, yakni Sungai Wanggu, Lepo-lepo untuk jalur evakuasi korban banjir serta di kelurahan Nipa-nipa, untuk jalur evakuasi korban tanah longsor.

Selain itu, BPBD Kota Kendari, juga telah memasang early warning system

atau sistem peringatan dini yang akan memberi sinyal timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. “Kita berharap daerah lain bisa segera memasang early warning system sebagai langkah antisipasi kemungkinan datangnya bencana alam,” ungkap Boy. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy