Cegah Banjir dengan Melestarikan Lingkungan Hidup, Oleh : Ira Trisnawati – Kendari Pos
Opini

Cegah Banjir dengan Melestarikan Lingkungan Hidup, Oleh : Ira Trisnawati

Ira Trisnawati

KENDARIPOS.CO.ID — Banjir adalah suatu bencana alam yang sering kali terjadi di banyak kota ataupun desa dalam skala yang berbeda dimana jumlah air yang berlebih berada pada daratan yang biasanya kering. Kata banjir dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap. Dalam kaca mata masyarakat, pada umumnya pengertian banjir lebih mengarah kepada hal yang negatif. Hal itu dikarenakan, istilah banjir selalu berkaitan dengan hal-hal yang merugikan, sehingga dapat juga disebut sebagai bencana alam.

Istilah banjir sudah menjadi familiar bagi masyarakat Indonesia. Hampir tiap tahun sebagian Wilayah Indonesia mengalami banjir, terutama daerah Jakarta. Hingga saat ini masalah banjir belum sepenuhnya bisa ditangani dengan baik. Terkadang perbuatan manusia yang dianggap sepele dan tanpa disadari dapat menyebabkan terjadinya banjir. Misalnya saja dengan membuang sampah sembarangan ke sungai, sehingga aliran sungai tertutup oleh sampah-sampah dan ketika musim hujan tiba maka dapat mengakibatkan banjir terjadi.

Selain itu juga curah hujan yang tinggi dan tidak adanya tanah resapan air dapat juga menjadi penyebab terjadinya banjir. Kalau kita lihat, zaman sekarang banyak hutan digunduli dengan tanpa melakukan penanaman kembali atau reboisasi. Banyak juga gunung-gunung yang digusur untuk dijadikan lahan perumahan BTN sehingga wilayah hutan semakin sempit.
Informasi terkait curah hujan yang terjadi pada tahun 2020 BMKG terlah merilis di laman akun websitenya yaitu: “Berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, perkembangan musim hujan hingga pertengahan Januari 2020, 99% wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan. Wilayah yang belum memasuki musim hujan terdapat di sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan NTT.”

Adapun dampak dari banjir yaitu: 1) Lingkungan akan terkena dampak negatif ketika banjir datang melanda. Lingkungan yang tadinya bersih akan berubah menjadi kotor. Selain itu juga lingkungan akan tercemar diakibatkan oleh banyaknya sampah yang dibawa oleh banjir. 2) Ekonomi: akibat banjir ekonomi mengalami kelemahan bahkan bisa mengkibatkan kelumpuhan ekonomi. Selain itu Negara juga harus menggelontorkan dana untuk membantu korban-korban banjir. Selain itu juga banyaknya infrastruktur yang rusak sehingga membutuhkan uang Negara untuk menormalkan kembali. 3) Manusia: Saat banjir bandang terjadi terkadang banyak memakan korban manusia baik itu meninggal ataupun luka-luka. 4) Hewan, ketika banjir datang maka hewan-hewan juga menjadi korban banjir. Banyak hewan-hewan yang hanyut dan mengakibatkan hewan-hewan tersebut mati. Selain itu juga dampak setelah banjir terkadang mengakibatkan susahnya pasokan makanan untuk hewan peliharaan. Belum lagi penyakit yang dapat ditimbulkan akibat hewan tersebut.

Dengan begitu banyak dampak terjadi akibat banjir, maka selayaknya kita sebagai manusia menjaga alam lingkungan sekitar kita agar tetap lestari. Sehingga kerusakan-kerusakan lingkungan yang dapat menyebabkan banjir dapat diantisipasi. Di dalam Alquran, kaum ‘Ad, negeri Saba’ dan kaumnya Nabi Nuh merupakan korban jiwa yang diakibatkan oleh banjir. Peristiwa tersebut dapat juga kita telaah dalam beberapa ayat di antaranya yaitu di dalah Surah Hud ayat 32-49, Surah al-A’raf ayat 65-72, dan Surah Saba’ ayat 15-16. Dilihat dari sisi teologis, awal mula terjadinya banjir tersebut karena adanya pembangkangan umat manusia pada ajaran Tuhan yang coba disampaikan oleh para nabi. Akan tetapi, secara ekologis, bencana yang melanda tersebut bisa saja diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

Dari rentetan fenomena yang telah terjadi, sudah seharusnya kita dapat mengambil hikmah, sehingga dapat menjadi bahan renungan, bahwa hasil perbuatan perbuatan tangan manusia. Allah SWT berfirman: “Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, (disebabkan) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran”. (Q.S. Hud: 101).

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir yaitu:
1) Rutin membersihkan saluran air. Saluran yang tersumbat dapat menghambat air mengalir, sehingga ketika musim hujan tiba maka air itu akan meluap dan menyebabkan banjir. Saluran air juga sebaiknya tidak lebih tinggi dari pada jalan raya supaya air bisa melewati saluran tersebut. Selain itu juga kabel-kabel dari saluran Telkom usahakan jangan diletakkan di saluran air karena dapat menghambat air mengalir.
2) Jangan membangun rumah terlalu dekat dengan sungai. Dengan membangun rumah dekat dengan sungai akan menyebabkan tata lingkungan tidak teratur. Selain itu, biasa rumah yang di dekat sungai akan membuang limbah rumah tangganya ke sungai, sehingga hal tersebut akan menyebabkan banjir. Penduduk yang tinggal di pinggir sungai juga sangat berbahaya karena ketika musim hujan bisa saja mengakibatkan longsor dan imbasnya akan ada korban yang tertimbun atau terbawa oleh banjir.

3) Menjaga lingkungan sekitar. Lingkungan yang rusak dan tercemar merupakan sarang penyakit, sehingga dapat memberikan dampak buruk bagi penghuninya. Lingkungan sekitar harus dijaga dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu limbah rumah tangga, limbah hasil industri juga harus ditangani dengan tepat. Penanaman pohon disekitar sungai juga perlu dilakukan supaya tidak terjadi abrasi yang mengakibatkan longsornya tanah di pinggir sungai ketika debit air pada musim hujan naik.
4) Melakukan program tebang pilih dan reboisasi. Dengan melakukan tebang pilih maka hutan akan tetap terlindungi. Karena ketika hutan sudah gundul maka tdak dapat lagi menampung debit air keetika musim hujan tiba. Dan juga ketika musim kemarau maka akan terjadi kekeringan. Selain itu dengan adnya reboisasi maka hutan akan tetap lestari. Tidak melakukan pembukaan lahan bercocok tanam dengan membakar hutan. Karena hal tersebut dapat mematikan flora dan fauna yang ada di hutan. Pembakaran hutan liar juga dapat menyebabkan banyaknya asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan karena tercemarnya oksigen yang ada, dikarenakan asap tersebut.

Dengan beberapa hal di atas yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir, maka seyogyanya kita mulai dari diri kita sendiri, untuk melakukan hal-hal yang positif yang dapat menghindarkan dari terjadinya banjir. Sehingga banjir yang sering melanda wilayah Indonesia dapat diminimalisir.
Peran penting dari pemerintah dalam menindak keras setiap perbuatan yang dapat merusak alam sekitar yang dapat menyebabkan banjir, perlu juga dilakukan. Misalnya dengan menindak keras orang-orang yang melakukan pembakaran hutan secara liar, memberikan sanksi ketat bagi orang-orang yeng membuang sampah dan limbah baik limbah rumah tangga ataupun limbah hasil industri di sungai.

Bekerja sama dengan beberapa pihak untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar, sehingga setiap orang memiliki peran andil terhadap lingkungannya masing-masing. Begitu juga ketika ada yang melihat melakukan pelanggaran, pengrusakan lingkungan sekitar seharusnya dilaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak lanjuti. (**)

*Penulis adalah Dosen IAIN Kendari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy