Bupati Mediasi Sengketa Lahan PT. KIC dan Warga – Kendari Pos
Konawe Selatan

Bupati Mediasi Sengketa Lahan PT. KIC dan Warga

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (kiri) saat turun lapangan mengecek lokasi lahan sengketa antara pemilik izin HGU PT Kilau Indah Cemerlang dengan warga di Desa Wadonggo, Kecamatan Tinanggea, kemarin

KENDARIPOS.CO.ID — Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) untuk menuntaskan sengketa lahan antara pemilik izin hak guna usaha (HGU) PT Kilau Indah Cemerlang (KIC) dengan warga di Desa Wadonggo, Kecamatan Tinanggea, terlihat. Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga bahkan turun langsung di lapangan mencari solusi atas sengketa yang terjadi. Konsel-1 itu memberikan batas waktu, sebelum 10 Maret 2020, masalah tersebut sudah harus selesai dibahas pada tataran pemerintah.

“Sebagai mediator, kami akan bentuk tim bersama untuk melakukan verifikasi lapangan. Asisten I Setkab akan mengkoordinir anggotanya. Mulai dari Kabag Pemerintahan serta pihak BPN. Tentu ada juga perwakilan dari pihak investor,” ungkap Surunuddin, Selasa (18/2). Mantan Ketua DPRD Konsel itu menegaskan, pihaknya tetap memberi ruang bagi para investor untuk menanamkan modalnya di daerah itu. Namun, Pemkab tetap harus mempertimbangkan hak-hak masyarakat.

“Kita akan mediasi keduanya, sehingga semua bisa terpenuhi hak masing-masing sesuai peraturan yang berlaku. Kami menginisiasi penggantian lahan atau tanaman dengan sistem nontunai untuk menghindari penyalahgunaan dana yang akan disalurkan,” jelasnya. Selain itu, Pemkab juga akan melakukan koordinasi dengan BPN dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara. “Karena lahan yang disengketakan ada yang masuk dalam lahan eks reboisasi pemerintah. Untuk menghindari adanya oknum yang mengatasnamakan masyarakat, maka saat ini kami tinjau lapangan bersama tim dari kabupaten antara lain Asisten I, Kabag Pemerintahan, Camat dan Kepala Desa,” terangnya.

Ke depan, jika ada perusahaan yang baru akan melakukan pembebasan lahan, maka pemerintah terlebih dulu akan menurunkan tim untuk klarifikasi lapangan dan akan diumumkan siapa-siapa pemilik kawasan tersebut. “Ini dalam rangka menghindari tumpang tindih kepemilikan. Nanti setelah jelas, baru boleh bicara harga ganti rugi,” ungkapnya. Surunuddin memerintahkan pada pihak investor PT KIC dan warga untuk tidak dilakukan aktivitas di areal sengketa, selama proses mediasi belum tuntas. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy