Bupati Butur : Layanan Kesehatan Terbaik Itu Prioritas – Kendari Pos
Buton Utara

Bupati Butur : Layanan Kesehatan Terbaik Itu Prioritas

KENDAROPOS.CO.ID — Kemajuan suatu daerah akan sangat ditentukan dengan melihat kesehatan sumber daya manusianya. Makanya, Bupati Buton Utara, H. Abu Hasan tak pernah setengah hati mengurusi kesehatan warganya. Padahal, tidak mudah membangun sektor kesehatan. Selain urusan infrastruktur yang mahal, tenaga medisnya pun butuh plot anggaran banyak. “Kita melakukan pembangunan sejak empat tahun lalu. Memang harus bertahap karena butuh biaya, tenaga, pikiran dan waktu yang tak sedikit untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat,” aku Bupati Buton Utara, Abu Hasan.

Ia memastikan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan mulai dari tingkat dasar, tidak akan pernah menurun. Abu Hasan mengaku konsisten menempatkan kesehatan sebagai urusan prioritas dalam membangun daerah. “Kita upayakan dokter bertambah terus setiap tahun. Tahun 2019 lalu, kita dapat bantuan tenaga dari Kementerian sebanyak 12 dokter. Ini membuat pelayanan rumah sakit kita semakin meningkat,” katanya.

Performa pelayanan pun diyakini Abu Hasan sudah semakin baik dari waktu ke waktu. Selain tenaga medis, Ia juga memastikan urusan fasilitas dipenuhi secara bertahap. Soal warga miskin yang harus membayar mahal pelayanan kesehatan, itu juga sudah disiasati dengan baik. “Anggaran kita alokasikan miliaran rupiah tiap tahun, supaya warga miskin juga ikut merasakan pelayanan kesehatan. Jadi di Butur tak ada istilah kaya miskin. Semua sama dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah kata dia melalui Dinas Kesehatan juga terus menambah pos kesehatan desa agar warga yang jauh jangkauan dari rumah sakit dan Puskesmas tetap bisa mendapat pelayanan. Tahun ini Pemkab sudah memiliki 40 unit Poskesdes. Padahal diawal pemerintahan Abu Hasan, Poskesdes hanya 12 unit. (ely/had/adv)

Rumah Sakit dan Puskesmas Terakreditasi

KENDARIPOS.CO.ID — Akreditasi merupakan wujud pengakuan Pemerintah Pusat terkait performa pelayanan di suatu lembaga. Tidak terkecuali di instansi kesehatan. Baik itu Rumah Sakit maupun Puskesmas. Buton Utara sudah beberapa kali mendapat kunjungan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Hasilnya, RSUD Butur sudah mengantongi akreditasi. Demikian juga dengan Puskesmas, sebagian besar telah terakreditasi dengan tingkatan berbeda-beda.

Kepala Dinas Kesehatan Butur, dr. Muhammad Kasrul, mengatakan akreditasi rumah sakit dan Puskesmas sangatlah penting. Sebab akreditasi merupakan parameter peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, sarana dan prasarana sampai dengan kinerja para tim medis sesuai standar prosedur. “Dari semua itu akan berimbas pada kepuasan masyarakat. Apakah mereka merasa mendapat pelayanan yang baik atau seperti apa,” katanya.

RSUD Butur kata dia sudah mendapat akreditasi dasar dari KARS. Sementara lima Puskesmas terakreditasi dasar, empat akreditasi madya dan satu sudah level utama. “Kita di sini ada 10 Puskesmas. Tinggal satu yang masih kita benahi lagi untuk dapat akreditasi. Yang lain masih tetap kita tingkatkan supaya naik status,” paparnya. Kasrul menyebutkan, Puskesmas Bone Rompo bisa dijadikan percontohan bagi Puskesmas lainnya. Sebab Puskesmas itu sudah meraih predikat akreditasi utama berkat inovasi pelayanannya yang semakin baik.

Bupati Butur saat melakukan sidak di rumah sakit.

“Pada intinya semua kita target bisa utama. Jadi setiap penilaian akreditasi, komitmen kita ada yang naik status dari dasar, madya, utama dan paripurna,” sambungnya. Selain urusan akreditasi Rumah Sakit dan Puskesmas, pihaknya juga konsen pada peningkatan fasilitas sarana dan prasarana seperti kelengkapan alat medis, gedung, hingga armada ambulans. Tidak heran jika capaian kinerja di sektor kesehatan terus membuahkan hasil positif. (ely/had/adv)

Hadirkan Gedung Instalasi Farmasi

KENDARIPOS.CO.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Utara kini sudah memiliki gedung khusus instalasi farmasi sebagai tempat penyimpanan obat. Berbekal dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 950 juta, Pemkab Butur membangun fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Buton Utara, dr. Muhammad Kasrul, menjelaskan, untuk memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, instansi kesehatan harus punya “amunisi” yang maksimal pula. Salah satunya adalah urusan obat-obat.

Gedung Farmasi

Posisi Butur yang terbilang jauh dari ibu kota provinsi sebagai akses sumber obat, membuat Pemerintah Daerah harus punya alternatif baru untuk tetap memenuhi kebutuhan farmasi itu. Olehnya itu penting membangun gedung khusus untuk menjamin ketersediaannya. “Obat itu bukan asal simpan saja, tetapi ada kualitas dan juga keamanan yang harus kita jaga. Makanya memang penting untuk ada gedung khusus. Itu sudah dibangun sejak tahun lalu,” katanya. (ely/had/adv)

Subsidi 23 Ribu Penerima BPJS Warga Butur

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Kabupaten Buton Utara, Abu Hasan, terus menghadirkan pelayanan kesehatan maksimal dan gratis bagi warga tidak mampu. Tak tangung-tanggung, Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra itu menggelontorkan anggaran untuk memberikan subsidi bagi 23 ribu warga Butur penerima kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap layanan kesehatan. Tahun ini, kami gelontorkan anggaran Rp 6 miliar untuk mensubsidi BPJS 23 ribu warga Butur yang terdaftar sebagai penerima kartu JKN Kartu,” ujar Abu Hasan.

Bupati Butur, H. Abu Hasan ketika menyerahkan kartu JKN pada salah seorang warganya. Pemkab Butur memberikan subsidi bagi 23 ribu penduduk dan menggelontorkan anggaran Rp 6 miliar untuk jaminan sosial tersebut.

Tak hanya itu, Butur-1 tersebut juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Rumah Sakit Umum Daerah kini telah memiliki dokter spesialis dan alat kesehatan yang memadai. “Saya juga mendorong RSUD dan Puskesmas semua terakreditasi. Begitu pula menambah tenaga medis dan para medis,” ujar Abu Hasan.

Sementara itu, Kepala BPJS Buton Utara, Ashari Ramadhani, menambahkan, sebanyak 65 ribu warga Butur terdaftar sebagai penerima jaminan sosial tersebut. “23 ribu disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Butur, selebihnya melalui Pemerintah Pusat,” ujarnya. Ashari Ramadhani menambahkan, untuk Kecamatan Wakorumba Utara penerima kartu jaminan kesehatan nasional sebanyak 2.500. (ely/had/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy