BPS Wakatobi Diminta Validasi Data Penduduk – Kendari Pos
Wakatobi

BPS Wakatobi Diminta Validasi Data Penduduk

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Rapat koordinasi kabupaten dalam rangka Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 dihelat pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Wakatobi. Dalam agenda tersebut, Bupati, H. Arhawi, berharap BPS Wakatobi mampu melakukan validasi data kependudukan daerah tahun 2020 dengan baik. Menurutnya data real BPS yang masih menggunakan sensus tahun 2010 lalu masih tercatat 95.000-an penduduk. Sementara oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi mencatat update penduduk berkisar 114.000-an penduduk yang terdaftar. Artinya ada perbedaan jumlah cukup besar yang perlu divalidasi secara teliti agar bisa menghasilkan data real kependudukan.

Pentingnya validasi data kependudukan yang dimaksud Arhawi, salah satunya cakupan jumlah penduduk miskin. Meski tiap tahunnya mengalami trend penurunan angka kemiskinan, perlu validasi secara teliti. “Sejak 2016 lalu traed angka kemiskinan terus menerus alami penurunan meski lambat, namun ada. Tercatat tahun 2019 menjadi 14,75 persen. Ini menjadi pertimbangan berat bagi daerah agar mengevaluasinya total,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Wakatobi, Towedy Martinus Layco, juga membenarkan hal itu. Ia menyebut angka tingkat kemiskinan tetap menggunakan data jumlah penduduk sebagai pembaginya sehingga diperoleh persentase penduduk miskin. “Data yang disebut bupati itu bahwa tahun terakhir tahun 2019 angka kemiskinan berada pada 14,75 persen. Tahun sebelumnya sebesar 14,85 persen. Artinya mengalami penurunan. Demikian kita lihat trend kemiskinan memang ada penurunan tiap tahun meski sifatnya fluktuatif,” jelasnya.

Ia juga membenarkan adanya perbedaan data penduduk registrasi berdasarkan data tahun 2010 dan 2015. Hanya saja kata dia sensus penduduk akan mengambil data catatan sipil sebagai sampel untuk diupdate. Lalu disesuaikan berapa jumlah yang sudah pindah atau meninggal, bahkan penduduk yang belum tercatat lewat data Dukcapil di daerah. “Jadi sensus yang akan kami lakukan berbeda dari sebelumnya. Setidaknya bisa saling menjelaskan perbedaan itu,” urainya. Perbedaan lain sensus penduduk 2020, menggunakan metode online dan wawancara sehingga diharapkan partisipasi masyarakat untuk bisa mendata diri lewat www.bps.go.id. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy