BI Sultra Musnahkan Rp 30,6 Juta Uang Palsu – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Musnahkan Rp 30,6 Juta Uang Palsu

Sebanyak 340 lembar uang palsu temuan dari tahun 2018 hingga 2019 dimusnahkan di PlazaInn Hotel Kendari, Kamis (6/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sultra memusnahkan 340 lembar uang palsu (upal) hasil temuan tahun 2018 dan 2019. Pemusnahan yang digelar di Plaza Inn Hotel Kendari, Kamis (6/2),
dilakukan bersama Polda Sultra, Badan Intelejen Negera Daerah (Binda) Sultra, serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Berdasarkan surat penetapan pemusnahan uang dari Pengadilan Negeri (PN) Kendari, upal tersebut terdiri atas pecahan Rp 100 ribu emisi 2004 sebanyak 81 lembar, emisi 2014 sebanyak 31 lembar, emisi 2016 sebanyak 165 lembar. Kemudian, pecahan Rp 50 ribu emisi 1999 satu lembar, emisi 2005 53 lembar, emisi 2016 tujuh lembar dan pecahan Rp 20 ribu emisi 2004 sebanyak dua lembar. Jika ditotalkan, upal ini senilai Rp 30.640.000.

Kepala KPw BI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, temuan uang palsu cenderung mengalami penurunan. Tahun 2016, pihaknya berhasil mengamankan sekitar 2.000 lembar, di tahun 2017 turun menjadi 1.229 lembar dan tahun 2018 hingga Juli 322 lembar. Dari Juli 2018 hingga 2019 ditemukan 340 lembar upal. “Secara nasional maupun regional Sultra, terjadi penurunan temuan uang palsu,” ujar Suharman, kemarin.

Lanjut dia, BI terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait uang palsu agar peredaran uang palsu dapat ditekan. Pemahaman yang dimaksud tidak hanya sebatas mengetahui palsu atau tidaknya selembar uang, melainkan juga kewajiban masyarakat melaporkan temuan kepada BI atau pihak berwajib. Mengenai lokasi peredaran, Suharman menyebut hal itu tidak dapat dipastikan mengingat peredaran uang yang sangat dinamis. Selama ini, mayoritas temuan upal bersumber dari bank yang melayani transaksi masyarakat. “Apa yang dilakukan hari ini merupakan upaya penegakan hukum terhadap tindak kejahatan pemalsuan uang. Koordinasi tidak hanya dengan Polda melainkan juga dengan BIN daerah, Kejati, dan semua stakeholders,” tegasnya.

Kendati peredaran uang palsu tidak berdampak pada inflasi, Suharman berharap semua pihak melawan tindak kejahatan ini karena tetap saja merugikan secara ekonomi. Kepada masyarakat, ia berpesan agar segera melaporkan ke pihak terkait seperti bank maupun kepolisian jika menemukan uang palsu. “Jangan justru digunakan kembali karena tidak ingin rugi. Kalau Anda tertangkap ikut menyebarkan uang palsu, maka ada sanksi pidana. BI hanya bertanggung jawab dalam pemusnahan. Harapannya, kepolisian bisa menindak tegas pelaku agar ada efek jera,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Wadir Krimsus Polda Sultra, AKBP Ferry W.SIK., mengaku, Polda Sultra belum menemukan peredaran uang palsu sepanjang tahun 2019. Adapun 340 lembar yang dimusnahkan kemarin, sepenuhnya adalah temun BI. “Kami sudah melakukan penyelidikan tapi tidak menemukan indikasi peredaran uang palsu. Namun, kami meyakini bahwa transaksi di tempat-tempat prostitusi menjadi salah satu modus operandinya. Di lokasi seperti ini transaksi dilakukan secara tergesa-gesa. Ditambah dengan pencahayaan yang kurang baik maka sangat mungkin menggunakan uang palsu,” beber Ferry. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy