Benahi Lapangan Golf, Gubernur Cari Konsultan Profesional – Kendari Pos
Metro Kendari

Benahi Lapangan Golf, Gubernur Cari Konsultan Profesional

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi lapangan Golf Sanggoleo cukup memprihatinkan. Padang rumput dan fasilitas bangunan di dalamnya sudah tidak terawat. Padahal lapangan Golf Sanggoleo berstandar nasional. Dengan luas sekitar 46 hektar, padang golf Sanggoleo memiliki 18 hole dengan par 72. Di masa jayanya, padang golf sering di gelar turnamen.

Gubernur Sultra, Ali Mazi prihatin dengan kondisi lapangan Golf Sanggoleo. Gedung tempat istirahat para Golfer (Clubhouse) terlihat kotor. Begitupun area memulai permainan (Tee Box), tempat latihan ayunan dan pukulan (Diving Area) dan fasilitas lainnya seperti Water Hazard (rintangan berupa aliran air atau kolam) dan area berumput yang dipangkas pendek disekitar hole atau pin. “Saya sangat disayangkan area ini jadi tak terawat begini,” ujarnya.

Padang Golf Sanggoleo sambungnya, merupakan lapangan kebanggaan masyarakat Sultra. Untuk itulah, ia berniat akan melakukan pembenahan. Dalam waktu dekat, ia akan mencari konsultan profesional lapangan golf. Di sisi lain, pemerintah akan mematok batas tanah agar tidak lagi diklaim masyarakat. “Secara bertahap akan kita benahi. Apa yang menjadi kekurangan akan diperbaiki. Nanti kita akan pasang pagar di setiap pojok batas tanah,” ujar politisi Partai NasDem ini.

Gubenrur Sultra Ali Mazi (kanan) saat mengunjungi lapangan Golf Sanggoleo.

Niat gubernur memang baik. Hanya saja, hingga kini Pemprov belum membayar ganti rugi kepada keluarga Sangga Kalenggo (alm) sebagaimana putusan MA. “Kami memang belum bayar ganti ruginya. Tapi bukan tidak mau membayar. Hanya saja, harus dilakukan pengukuran ulang. Mana titik koordinat yang dimenangkan penggugat. Kalau sudah jelas, nanti akan dibayar,” kata La Ode Ali Akbar, Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sultra.

Pemprov kata dia, tak ingin asal bayar. Ia khawatir, pemerintah bakal mengulangi kesalahan terdahulu. “Kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang terjadi seperti di lahan P2ID kemarin, artinya ketika lakukan pembayaran penuh. Ternyata dibelakang hari ada lagi orang lain yang mengaku bahwa itu tanahnya juga, untuk menghindari itu dilapangan golf kita lakukan pengukuran kembali,” ucapnya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy