Belasan Penambang di Kolut Keruk Ore Tanpa RKAB, Kemana ESDM?

Taufiq mengaku heran karena tak satupun perusahaan yang bisa menunjukkan kepemilikan RKAB namun tetap beraktivitas melakukan pengerukan, pengangkutan hingga pengiriman. Taufiq mengatakan jika tidak salah hitung, terdapat tujuh unit kapal tongkang berlabuh di jetty milik PT. Kurnia Mining Resources (KMR). “Itupun tidak diketahui siapa yang punya ore nikel dan diambil di kawasan IUP siapa. Kami duga tongkang ini milik penambang perorangan,” bebernya.

Menurut Taufiq, instansinya tak punya kewenangan lebih. “Kita di daerah hanya sebatas mengawasi. Kami yang selalu dituding melakukan pembiaran. Sementara ESDM tidak memberikan sedikit pun informasi. Minimal keberadaan RKAB perusahaan,” tukasnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab, ESDM juga seharusnya lebih intens memantau di lapangan. 12 penambang itu kuat dugaan bersekongkol dengan perusahaan pemilik IUP semisal PT.KMR, PT.Tambang Mineral Maju (TMM) hingga PT Kasmar Tiar Raya (KTR). “Kami minta ESDM menyeriusi pelanggaran ini juga instansi yang berwenang. Daerah kita ini hancur karena ada kesan pembiaran,” tutup Taufiq.

Sekedar diketahui, DPM PTSP Kolut turun lapangan memantau perusahaan tambang karena berkenaan dengan kewenangannya berdasarkan peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nomor 7 Tahun 2018 terkait pedoman dan tata cara pengendalian penanaman modal. (rus/b)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.