Bawaslu Kendari Nobatkan Abeli Dalam jadi Kelurahan Anti Money Politic – Kendari Pos
Politik

Bawaslu Kendari Nobatkan Abeli Dalam jadi Kelurahan Anti Money Politic

Suasana pembinaan Bawaslu terhadap perwakilan masyarakat Kelurahan Abeli Dalam yang berlangsung di Zahrah Syariah Hotel Kendari, kemarin

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kendari menobatkan Kelurahan Abeli Dalam Kota Kendari sebagai kelurahan anti money politic alias politik uang. Alasannya, tak ada laporan pelanggaran saat pemilu di kelurahan itu.

Ketua Bawaslu Kendari Sahinuddin mengungkapkan sebenarnya kelurahan tersebut sudah digadang-gadang sebagai kelurahan percontohan bebas politik uang sejak tahun lalu. Hanya saja baru tahun ini diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pembinaan.

“Abeli Dalam kami nobatkan sebagai kelurahan bebas politik uang. Karena kelurahan tersebut tidak ditemukan laporan pelanggaran pemilu (Money Politic), terutama saat Pilwali, Pileg dan Pilpres,” ungkapnya saat Kegiatan Pembinaan, Penanganan dan Penindakan Pelanggaran Pemilu yang berlangsung di Zahra Syariah Hotel Kendari, kemarin (24/1).

Bukan hanya itu, kata Sahinuddin, masyarakat Kelurahan Abeli Dalam juga berhasil melakukan pengawasan partisipatif sehingga proses pemilu di wilayah tersebut bisa berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Kelurahan Abeli Dalam merupakan satu-satunya kelurahan di Kota Kendari yang berhasil melakukan pengawasan di lingkungannya. Sehingga menjadi kelurahan percontohan pengawasan partisipatif di Kota Kendari.

Ia pun berharap, Kelurahan Abeli Dalam bisa melakukan pembinaan di kelurahan lain. Dengan menggandeng kecamatan yang merupakan induk wilayah. Bawaslu akan terus mendorong terciptanya kelurahan bebas money politic di Kendari.

Kesempatan itu, Lurah Abeli Dalam, Eko Raharjo mengaku bangga atas penobatan Kelurahan Abeli Dalam sebagai salah satu wilayah percontohan pengawasan partisipatif di Kendari. Menurutnya, meskipun wilayahnya berjarak cukup jauh dari ibukota, ditambah mayoritas masyarakatnya yang berprofesi sebagai petani dan buruh, rupanya tingkat partipatifnya dalam pengawasan pemilu cukup baik.

“Saya selalu instruksikan kepada warga untuk selalu mentaati peraturan yang ada, utamanya peraturan pemilu. Salah satunya yang paling rawan dan sangat mudah menerpa warga adalah politik uang. Suatu kesyukuran warga kami sangat paham dan cerdas dalam memilih,” tandasnya. (ags/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy