Banyak Warga Kepton Jadi Tenaga Kerja Ilegal – Kendari Pos
Buton

Banyak Warga Kepton Jadi Tenaga Kerja Ilegal

KENDARIPOS.CO.ID — Mudahnya mendapat lapangan kerja di luar negeri termasuk gaji yang tinggi, masih menjadi alasan utama ratusan warga di Kepulauan Buton (Kepton) mencoba peruntungan menjadi pekerja migran. Ironisnya, meski sudah dijamin negara untuk mendapat perlindungan dan penempatan kerja yang layak, banyak pekerja justru tetap memilih jalur ilegal untuk sampai ke negara tujuan. Tentunya dengan peran calo yang sudah berpengalaman.

Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Kendari, M. Syachrul Afriyadi, mengatakan, dari hasil pantauan dan investigasi lapangan, sedikitnya ada 200 pekerja migran asal berbagai kabupaten di Kepton berangkat melalui Pelabuhan Baubau. “Paling sedikit 200 yang lewat pelabuhan Baubau. Setiap hari. Kalau habis lebaran justru lebih banyak dari itu, karena biasa ada yang pulang kemudian berangkat kembali dengan mengajak saudara atau temannya,” kata Syachrul Afriyadi.

Dari Baubau, lanjut Syachrul, pekerja akan berangkat ke berbagai pelabuhan tujuan. Rute yang paling banyak dilintasi adalah Pelabuhan Nunukan, Tanjung Pinang, Batam Center, Pontianak dan Parepare. “Semua pelabuhan itu terbuka untuk mereka mondar-mandir secara ilegal,” ungkapnya. Menurut Syachrul, salah satu alasan para pekerja migran itu berangkat melalui jalur “khusus”, karena enggan berurusan dokumen ke kantor LP3TKI Kendari. “Mereka anggap itu menghabiskan biaya besar dan waktu lebih. Padahal sebenarnya urusannya tidak ribet seperti yang dikira. Hanya mungkin urusan ongkos itu tadi,” sambungnya.

Olehnya itu, Ia membutuhkan dukungan pemerintah se-Kepulauan Buton untuk membantu mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Salah satunya dengan membentuk Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Pekerja Migran Indonesia. “Misalnya Baubau menyiapkan satu kantor khusus apakah itu digabung dengan Disnakertrans, tidak malalah. Nanti kita tempatkan orang di sana,” lanjutnya. Kamis (27/2), pihak LP3TKI Kendari sudah bertemu dengan Pemkot Baubau. Selanjutnya Pemkab Buton dan Wakatobi untuk berkoordinasi hal yang sama. “Urusan ini memang harus kita seriusi. Sudah cukup bukti bahwa banyak kasus ketika warga kita berangkat ilegal, pulangnya kadang sudah tinggal jenazah,” tutupnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy