Arah PAN Tergantung Negosiasi – Kendari Pos
Politik

Arah PAN Tergantung Negosiasi

PAN

KENDARIPOS.CO.ID — Keputusan bergabung dengan koalisi pemerintah tidak mesti berkaitan dengan pembagian jatah menteri di kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dan Partai Amanat Nasional (PAN) juga tidak akan meminta jatah. Nilai tawar inilah yang lebih mahal, jika hanya mengurusi posisi.

“Jelas tidak harus (jatah kabinet). Ada posisi-posisi lain juga yang bisa disinergikan, tidak selalu di kementerian. Toh saat ini kabinet itu baru mulai bekerja,” kata Bima Arya dalam diskusi bertajuk “Evaluasi Publik dan Isu-Isu Nasional dalam 100 Hari Jokowi-Amin” yang digelar lembaga survei Indo Barometer.

Dengan berkoalisinya PAN di barisan pemerintah, belum tentu juga mengubah sikap Presiden Joko Widodo untuk mengadakan reshuffle dalam waktu dekat. Itu bukan suatu yang ditunggu oleh PAN. Dalam konteks bekerja untuk rakyat pun, sambung Wali Kota Bogor itu, tidak harus pula masuk ke gerbong koalisi pemerintahan sebab banyak kader yang menjabat di eksekutif.

Dalam posisi ini, sambung Bima, PAN masih membuka semua opsi, baik menjadi oposisi maupun bergabung dengan koalisi pemerintahan yang akan diputuskan di rapat kerja nasional. “Tunggu saja nanti. Kami tidak menunggu tawaran. Saat ini, kami membuka semua opsi itu, tidak mematok PAN harus di luar, di dalam pun sama saja,” jelasnya. Yang jelas, sambung Bima besar kecilnya dan jatuh-bangunnya partai sebenarnya ditentukan bagaimana melakukan konsolidasi, bukan dengan konteks hubungan dengan pemerintah.

Katanya, semangat yang digelorakan PAN adalah bagaimana bisa melakukan akselerasi dengan program-program yang berpihak kepada rakyat. PAN ini berupaya bisa melakukan akselerasi dengn program-program yang berpihak kepada rakyat. “Kalaupun itu jadi bagian pemerintah, tentu kami akan lakukan itu,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa partainya tidak akan masuk pada koalisi pemerintahan dan tidak juga sebagai oposisi. “Kami tidak masuk koalisi dan tidak oposisi. Saya kan tidak dukung Pak Jokowi, Ya nggak mungkin kita bisa masuk ke sana biarkan saja kita seperti ini,” katanya pula.

Mantan Ketua MPR RI ini menyampaikan bahwa partainya lebih menjadi mitra yang kritis yang bisa memberikan masukan dan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh negeri ini. Zulkifli juga mengungkapkan, jika partainya masuk ke oposisi, maka akan merupakan kerugian bagi PAN sendiri. (khf/fin/ful)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy