Antisipasi Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Umrah : Jamaah Sultra Dipulangkan – Kendari Pos
Nasional

Antisipasi Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Umrah : Jamaah Sultra Dipulangkan

Ilustrasi jamaah umrah siap-siap berangkat ke tanah suci. Pemerintah Arab Saudi melarang masuknya jamaah umrah Indonesia menyusul wabah virus korona di Tiongkok.


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menghentikan kegiatan umrah karena merebaknya wabah Virus Korona yang sudah masuk ke kawasan Timur Tengah. Tindakan pencegahan penyebaran virus corona oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi itu, Indonesia dan Sultra pun kini telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait itu.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sultra, Hj.Yuni Susilowati mengatakan kabar dilarangnya sementara kegiatan umrah oleh pemerintah Saudi Arabia baru diumumkan, Kamis kemarin. Sehingga kebijakan itu belum sempat disosialisasikan ke pihak travel. “Tapi saya yakin pihak travel juga sudah dapat berita itu, supaya untuk sementara waktu tidak berangkat dulu,”ujarnya kepada Kendari Pos, Kamis (27/2) kemarin.

Saat ini, masih ada jamaah umrah Sultra berada di Makkah. Tetapi menurut Hj.Yuni Susilowati, untuk urusan pemulangan jamaah tidak bermasalah. “Ada jamaah di sana, yang berangkat beberapa hari lalu lewat marco travel, mereka sudah persiapan pulang,” jelasnya.

Maret mendatang ratusan jamaah sebenarnya sudah bersiap berangkat. Namun dengan adanya penghentian sementara umrah itu maka sudah pasti akan ditunda. “Tapi sekarang pemerintah kita lagi melakukan upaya-upaya. Siapa tahu ada kebijaksanaan khusus. Kita berdoa saja, agar rencana umrah tanggal 5 Maret itu tetap bisa berangkat,” tambah Hj.Yuni Susilowati.

Dalam siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menjelaskan penangguhan sementara akses masuk warga asing ke wilayah Arab Saudi baik untuk umrah, dan ziarah, termasuk ke kawasan Masjid Nabawi di Madinah. Menunda masuknya turis asing di Arab Saudi yang berasal dari negara-negara dengan kasus Virus Corona.

Sebagai tindakan Pemerintah Arab Saudi memberlakukan sistem verifikasi terhadap pemegang ID Nasional Arab Saudi di pintu perlintasan berdasarkan arah negara. Prosedur itu hanya bersifat sementara dan akan terus dievaluasi pihak berwenang. Ketentuan ini mulai berlaku Kamis 27 Februari 2020.

Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Penyelenggaraan haji umrah dan In-bound Republik Indonesia (Asphurindo) telah menyebarkan surat edaran terkait sosialisasi penundaan visa dan keberangkatan jamaah umrah sementara yang ditandatangani oleh Ketua Umum H. Luqman Nyak Neh. Dalam surat itu diminta kepada semua anggota Asphurindo agar segera melakukan sosialisasi kepada seluruh calon jemaah masing-masing berkaitan dengan adanya penundaan sementara sejak 27 Februari. Untuk penerapanya akan selalu di evaluasi oleh lembaga-lembaga kompeten terkait.

“Harapan kami penundaan ini tidak berlangsung lama atau lebih dari dari 10 hari kedepan. Tentunya penundaan ini akan sangat berpengaruh terhadap berbagai elemen berkaitan dengan paket umrah yang ada, seperti airline, hotel dan lain-lain,”jelasnya.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghormati kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi terkait menangguhkan sementara masuknya warga negara Indonesia (WNI) yang bertujuan untuk umrah atau kunjungan wisata. Instruksi ini dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus korona.

“Saya sangat memahami kebijakan tersebut. Apalagi, kebijakan itu bertujuan untuk memberi perlindungan kepada jemaah. Kesehatan jemaah umrah kita adalah hal utama. Kami menghimbau agar calon jemaah umrah dapat memahami kebijakan Saudi dan sikap Pemerintah, demi kebaikan jemaah itu sendiri,” kata Fachrul Razi dalam keterangannya, Kamis (27/2).

Purnawirawan Jenderal TNI pun mengaku, sudah menginstruksikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) di Indonesia, maupun Konsul Haji KJRI di Jeddah. Hal ini untuk menyikapi permasalahan tersebut. “Kita akan segera rumuskan langkah terbaik menyikapi kebijakan Saudi ini dg penyelenggara umrah. Untuk saat ini, harap jemaah umrah memahami ketertundaan keberangkatannya,” ucap Fachrul.

Kendati demikian, Fachrul mengharapkan agar kebijakan tersebut dapat segera ditemukan upaya terbaik. Sehingga hal ini tidak menunda jemaah umroh asal Indonesia. “Semoga Pemerintah Saudi bisa segera menemukan upaya terbaik dalam pencegahan virus corona sehingga niat jemaah untuk beribadah umrah bisa terlaksana kembali,” harapnya. (lyn/rah/jpg/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy