Antisipasi Bencana, Balai KemenPUPR Sultra Tingkatkan Kesiapsiagaan – Kendari Pos
Metro Kendari

Antisipasi Bencana, Balai KemenPUPR Sultra Tingkatkan Kesiapsiagaan

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara (kiri), Kepala Balai BWS Sulawesi IV, Haeruddin (dua dari kiri), Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Mutaba (dua dari kanan) usai menggelar apel siaga bencana di kawasan Tugu Persatuan Kendari, Jumat (14/2).

KENDARIPOS.CO.ID — Puncak musim hujan diprediksi berlangsung bulan Maret-April. Cuaca ekstrem yang melanda Sultra berpotensi menyebabkan bencana. Apalagi sejumlah daerah di Sultra merupakan zona rawan banjir dan tanah longsor. Untuk mengantisipasi bencana, seluruh Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) di Sultra mulai meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra ditunjuk sebagai koordinator.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Mustaba mengatakan akan membentuk posko bencana di semua Balai. Tidak hanya itu, pihaknya telah mempersiapkan peralatan termasuk mobil tangki air, toilat, tenda darurat, toilet mobile, mobil instalasi pengelolaan air.

“Sultra merupakan daerah rawan bencana banjir. Jadi, harus dilakukan langkah antisipasi. Kita tak ingin mengulang kejadian tahun sebelumnya. Bencana banjir datang tidak disertai dengan kesiapan personil dan peralatan. Berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ektrem masih akan terjadi di wilayah Sultra,” tuturnya ditemui usai apel siap siaga bencana di kawasan Tugu Persatuan Kendari, Jumat (14/2).

Kepala Balai Wilayah Sungai Sultra, Haerudin menyatakan kesiapan lembaganya mengatasi ancaman bencana, khususnya banjir. Sejauh ini, lembaganya sudah melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya banjir.

Salah satu pembangunan tanggul di aliran Sungai Wanggu. “Pembangunan tanggul sudah kita lakukan sekitar tahun 2015 sampai sekarang. Karena Sungai Wanggu masih menjadi fokus utama kita dalam pengendalian di Kota Kendari. Selain itu juga kita sedang melakukan pembangunan dua kolam retensi di Boulevard,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya sudah mendesign pembangunan waduk pengendali banjir di Nanga-nanga. “Kemudian di hulu Sungai Wanggu juga akan kita buat cekdam untuk menahan sendimen tasi. Kalau sistem tersebut sudah selesai, kita harapkan Wanggu sedikit bisa eliminir atau reduksi ancaman banjir yang terjadi akibat luapan air dari Sungai Wanggu,” jelasnya.

Pembangunan tanggul juga dilakukan di Konawe dan Konawe Utara. Pembangunan yang dilakukan untuk penanggulangan banjir itu adalah, pembangunan bendungan. “Kita ada bendungan Ladongi on going, Pelosika dan Ameroro yang sedang kita lelang tahun ini. Kita harapkan 3 bendungan ini punya sumbangsi dalam hal pengendalian banjir. Karena rancangannya pun bisa mereduksi terjadinya banjir,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara mengungkapkan sudah melakukan persiapan dalam hal kesiap siagaan terjadinya bencana banjir di Sultra. Dari pihak Balai Jalan pun telah menyiapkan posko siaga bencana. Posko tersebut merupakan bekas posko Natal dan Tahun Baru yang kini diubah menjadi posko siaga bencana.

“Di posko tersebut juga sudah dilengkapi alat berat dan alat balai lainnya. Sepanjang 1.500 kilometer jalan Nasional termasuk Muna dan Buton, sebanyak 25 posko didirikan. Untuk lokasi rawan banjir dan longsong disiapkan alat berat,” katanya. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy