Aktivitas Pertambangan PT. Trias Disorot : Jalan Rusak, Hauling Diduga Masuk Kawasan Hutan Lindung – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Aktivitas Pertambangan PT. Trias Disorot : Jalan Rusak, Hauling Diduga Masuk Kawasan Hutan Lindung

Jalan hauling PT. Trias Jaya Agung (TJA) yang menuai sorotan warga. Diduga menggunakan kawasan hutan menuju Jetty di Pesisir Pantai Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas PT. Trias Jaya Agung (TJA) menuai sorotan. Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabaena, Bombana itu diduga menggunakan kawasan hutan untuk jalan hauling (mengangkut hasil tambang). Dinilai tak sesuai aturan, Pemkab Bombana serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diminta bertindak. “Ini bisa merugikan daerah dan masyarakat,” sorot Muh Arham, warga Kabaena yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi Sulawesi Tenggara (LKPD-Sultra).

Bersama warga, dirinya memantau langsung kondisi lapangan. Berdasarkan hasil penelusuran, PT. Trias Jaya Agung (TJA) diduga telah melakukan pelanggaran serius. Perusakan kawasan hutan saat proses pembangunan jalan tambang (hauling) menuju Jetty yang terletak di Pesisir Pantai Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana.

“Wilayah yang dijadikan jalan hauling itu adalah kawasan hutan lindung. Wilayah itu terdapat tanaman Bakau yang juga dilindungi. Bahkan, dari data Kehutanan yang kami dapatkan, PT. TJA merusak tanaman Bakau tahun 2012 lalu untuk kepentingan jalan hauling,” katanya.
Tak hanya penggunaan kawasan hutan, aktivitas PT. Trias juga berdampak negatif bagi warga setempat. Karena akibat aktivitas perusahaan, jalanan di Desa Langkema rusak.

“Kami (masyarakat) sangat resah. Bukannya manfaat yang kami dapatkan dengan kehadiran tambang, justru mudarat. Bayangkan, jalanan desa kami rusak akibat aktivitas pertambangan,” sesalnya. Bukan hanya itu, lanjut Arham, masyarakat sekitar tambang juga hanya menjadi penonton saja, saat melihat kekayaan alam dieksploitasi PT. TJA.

“Kalau masyarakat hanya jadi penonton, kami minta lebih baik hentikan saja aktivitasnya. Kami harap KLHK, Kepolisian dan pihak terkait dapat memberikan tindakan tegas terhadap PT. TJA. Silahkan di cek langsung di lapangan,” pintanya. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. TJA, Yudhi Randhiyana membenarkan kalau jalan hauling yang digunakan masuk kawasan hutan. Tapi, itu baru sebatas pernyataan Pemkab Bombana, bukan KLHK.

“Ini masih perlu ditinjau lagi. Sifatnya masih dugaan. Karena Pemkab Bombana tak punya kapasitas memastikan itu masuk kawasan hutan. Jadi, kami tunggu dari KLHK,” ungkap Yudhi saat dihubungi, kemarin. Meski masih menunggu petunjuk KLHK, lanjut dia, saat ini pihaknya membuat jalan alternatif. Jalan ini nanti akan digunakan kalau jalan hauling yang selama ini digunakan, benar-benar masuk kawasan hutan.

“Kami kooperatif. Menunggu kepastian dari KLHK. Kalau belum ada pernyataan resmi dari KLHK, maka kami masih akan gunakan jalan tesebut. Nanti kalau sudah terbukti masuk kawasan hutan, baru dihentikan,” jelasnya. Terkait keluhan masyarakat tentang jalan rusak, dia membatahnya. Menurutnya tak ada jalan rusak di sekitaran PT. TJA beroperasi.

“Mungkin bisa ditunjukkan, mana jalan yang rusak. Karena setahu saya, tidak ada. Bahkan kami selalu berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan perbaikan jalan,” tutupnya. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bombana, Makmur Darwis mengatakan, Pemkab Bombana memang tak punya kewenangan menentukan jalan tersebut masuk kawasan hutan atau tidak. Itu domain Kementerian LHK. Namun, pihaknya akan tetap lakukan peninjauan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan PT. TJA. “Kalau ada laporan pasti kami tindaklanjuti. Dalam waktu dekat, kami agendakan memeriksa jalan hauling yang diduga masuk kawasan hutan. Dan hasilnya akan kami berikan kepada pihak KLHK untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya. (b/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy