Akademi Kebidanan Paramata Raha Telorkan 36 Bidan – Kendari Pos
Edukasi

Akademi Kebidanan Paramata Raha Telorkan 36 Bidan

Prosesi wisuda Akademi Kebidanan Paramata Raha yang digelar di aula Galampano, rumah jabatan Bupati Muna pada Selasa, (17/2)

KENDARIPOS.CO.ID — Akademi Kebidanan Paramata, Raha, resmi mewisuda 36 mahasiswanya tahun ini. Para bidan muda itu, siap bekerja dan mengabdikan diri di sektor kesehatan. Pemkab Muna juga berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat usai bertambahnya jumlah bidan daerah. Namun demikian, para bidan muda juga diminta mengikuti uji kompetensi dulu sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Prosesi wisuda tersebut digelar di aula Galampano, rumah jabatan Bupati Muna pada Selasa, (17/2). Direktur Akbid Paramata, Raha, Rosmina Mansyarif menerangkan wisudawan tersebut merupakan angkatan delapan yang memulai proses perkuliahan sejak tahun 2016 lalu. Kepada wisudawan, ia meminta menunjukan dedikasi ditengah masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari kampus. Lebih khusus, dalam dunia kerja bidan harus berkontribusi pada pencegahan kematian Ibu dan bayi.

“Jaga nama baik almamater dan bekerjalah dengan penuh tanggung jawab di masyarakat. Terutama, membantu peningkatan kualitas kesehatan Ibu dan anak,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna, Rimba Sua mengapresiasi kiprah alumni Akbid Paramata, Raha yang telah mewarnai dunia kesehatan di Muna. Lebih khusus, ia berharap agar bidan muda yang selesai diwisudawa agar lebih siap bersaing di dunia kerja. Sebagai gambaran, Pemkab telah menerima 1.700 honorer tahun ini. Dengan kondisi itu, Pemkab diakuinya dalam posisi dilema.

“Makanya, bidan harus punya kompetensi. Dengan keahlian itu, maka bidan muda bisa bersaing. Tentunya dalam memberikan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Uji kompetensi tersebut, lanjutnya, dimaksudkan agar menyiapkan kapasitas dan kompetensi para bidan muda. Apalagi, di Kab. Muna punya tren kurang baik terhadap angka kematian Ibu dan anak yang mencapai 59 kasus pada tahun 2019 dengan korbannya sebanyak tujuh orang Ibu dan 52 bayi. Salah satu pemicunya ialah tenaga bidan yang kurang responsif, kompeten dan edukatif. Uji kompetensi juga merupakan sarana mendapatkan nomor registrasi dari Kemenkes. “Ujian ini bisa digelar Yayasan pengampu Akbid Paramata. Pesan saya, wajib uji kompetensi sebelum masuk dunia kerja,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muna Abdul Malik Ditu berpendapat serupa yakni perlunya uji kompetensi bagi para bidan. Salah satunya agar lebih menjamin kualitas penyelenggara pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Uji kompetensi dapat memastikan tenaga bidan yang profesional dan teruji. “Kompetensi itu penting juga mengingat persaingan dunia kerja yang sangat ketat,” imbuhnya. (Ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy