4 Perusahaan Menambang Ilegal, Oknum Dinas ESDM Sultra Diduga Terlibat – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

4 Perusahaan Menambang Ilegal, Oknum Dinas ESDM Sultra Diduga Terlibat

KENDARIPOS.CO.ID — Mineral di perut bumi Kolaka Utara sudah lama dikeruk para penambang. Poros Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia (PMPHI) Sultra menengarai empat perusahaan diduga menambang ilegal di Kecamatan Batu Putih, Kolut. Jenderal lapangan PMPHI Sultra, Nawir menyebut empat perusahaan diduga menambang ilegal di Kecamatan Batu Putih, Kolut yakni PT. Alam Mitra Indah Nugraha (Amin), PT. Kurnia Mining Resources (KMR), PT.Kasmar Tiar Raya (KTR), PT. Tambang Mineral Maju (TMM) dan PT.Rai Dili Pratama (RDP), yang diduga eks Join operasional (JO) PT.TMM.

Nawir mengungkap leluasanya perusahaan tambang mengeruk ore nikel di Batu Putih didugaan ada keterlibatan oknum di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra. Indikatornya, syarat administrasi belum terpenuhi namun proses pengapalan dan penjualan sudah dilakukan perusahaan tambang tersebut. Indikator lain, rencana inspeksi mendadak (Sidak) oleh Dinas ESDM ke lokasi penambangan bocor lebih dulu. Sebelum tim sidak Dinas ESDM Sultra tiba, lokasi penambangan dan pengapalan ore di sterilkan. Seluruh aktivitas penambangan, alat berat dan kapal tongkang yang akan memuat ore nikel tak terlihat di lokasi yang akan disidak tim Dinas ESDM Sultra.

“Harus dijelaskan kepada publik soal data perusahaan tambang di Kolut yang telah melakukan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB), sebagai dasar legalnya perusahaan tersebut menambang. Lalu, berapa Surat Keterangan Verifikasi (SKV) yang diterbitkan Dinas ESDM sebagai dasar pengusaha tambang melakukan pengapalan dan penjualan,” ujar Nawir saat unjuk rasa di kantor Dinas ESDM Sultra, Rabu (19/2).

Kapal tongkang yang sandar di jety PT.KMR. Rupanya dari sekian banyak perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Batu Putih,Kolut, hanya sebagian yang memiliki RKAB.

Menurut Nawir, penjelasan Kepala Seksi Minerba Dinas ESDM Sultra Nining bahwa meski telah RKAB, perusahaan tambang belum bisa melakukan aktivitas pertambangan sebelum ada evaluasi lapangan oleh Dinas ESDM itu tidak berbanding lurus dengan kondisi dilapangan. “Sejak 2018 saya mengetahui aktivitas perusahaan tambang di Batu Putih. Sekitar tanggal 15, 16 dan 17 terdapat tongkang yang berlabuh di jetty milik PT.Kasmar dengan nama kapal Zulkifli 03,” ungkapnya.

“Bahkan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Kasmar mengaku tidak pernah melakukan penjualan. Tapi fakta di lapangan tidak seperti itu. Kapten Kapal Zulkifli 03 memberikan saya dokumen atas nama PT.Kasmar. Logikanya tidak mungkin perusahaan kapal akan melabuhkan kapalnya tanpa ada dokumen dan permintaan perusahaan tambang yang dituju,” imbuh Nawir.

Massa PMPHI Sultra saat unjuk rasa di kantor Dinas ESDM Sultra, Rabu (19/2).

Melihat fakta itu, Nawir mempertanyakan sikap ESDM yang seperti membiarkan aktivitas pertambangan tersebut. “Ini ada apa. Jangan salahkan jika ada asumsi kami bahwa ESDM terlibat. Ditambah tidak adanya keterbukaan informasi dari ESDM terkait aktivitas pertambangan di Batu Putih. Kami minta gubernur mencabut IUP perusahaan yang menambang ilegal di Kecamatan Batu Putih,” tegasnya. Menjawab hal itu, Plh. Kepala Dinas ESDM Sultra Dewi mengungkapkan persetujuan RKAB perusahaan tambang di Batu Putih baru dimiliki PT. Kasmar Tiar Raya (KTR) dan PT. TMM. “Yang lain (PT. Amin dan PT.KMR) belum ada RKAB-nya. Sedangkan untuk SKV, saya tidak tahu persis. Kepala Dinas ESDM sedang mengikuti asesmen dan Kabid Minerba sedang di luar daerah,” ujar Dewi saat menerima pengunjuk rasa.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Sultra itu meminta PMPHI Sultra kembali Senin pekan depan untuk bertemu dengan Plt. Kepala Dinas ESDM Sultra, Buhardiman dan tim yang tengah sidak lokasi pertambangan di Batu Putih, Kolaka Utara. “Nota dinas tim yang berada di Kolaka Utara itu berakhir hari Jumat, besok. Hasil kunjungan lapangan terkait tambang di Batu Putih bisa dijelaskan Senin nanti,” jelas Dewi. Terpisah, Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPM PTSP Kolut, Taufiq mengakui ada tim khusus dari Dinas ESDM yang memblok perusahaan yang diduga melanggar. “Kami juga sudah konfirmasi tetapi belum ada balasan,”ujarnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy