238 WNI Dievakuasi : Tujuh Mahasiswa Konut Bertahan di Cina – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

238 WNI Dievakuasi : Tujuh Mahasiswa Konut Bertahan di Cina

Muthiah Damayanti (kanan) bersama enam rekannya asal Konut yang masih berada di Cina. Kondisi mereka masih sehat dan tetap bertahan dalam asrama. Lokasi tempat wabah virus corona sekira 200 kilometer dari kota mereka tinggal saat ini

KENDARIPOS.CO.ID — Pekan ketiga Januari lalu, Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memulangkan 10 mahasiswa kedokteran di Cina. Di negeri tirai bambu itu sedang mewabah virus corona.

“Tiga mahasiswa yang belajar di Hubei University of Arts and Science sudah pulang sejak 28 Januari 2020. Kondisi mereka sehat. Mereka adalah Putri Yocphita Tri Resky, Aziza Arista Widay dan Fingki Dwi Salas. Selama ini mereka tinggal di Kota Xiangyang Provinsi Hubei, Cina,”ujar Ld Amanuddin, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Pro Kopi) Pemkab Konut, Minggu (2/2).

Tujuh orang lainnya memilih bertahan. Saat ini mereka masih di Kota Xiangyang Provinsi Hubei, China. Tujuh mahasiswa kedokteran itu adalah Nurfaizah Haling, Aswia, Made Feni Wihandayani, Valentinus Teko, Fadhillah Ma’ruf Ibrahim, Muthiah Damayanti dan Siska Ayu Lestari.

“Pusat virus corona terletak di Kota Wuhan. Jaraknya sekira 200 kilometer dari Kota Xiangyang. Kota Wuhan yang menjadi pusat endemik penyebaran virus corona, jaraknya seperti Kota Kendari-Jakarta. Dua lokasi univeristas tempat mahasiswa kedokteran menimba ilmu di sana,” jelas Amanuddin.

Koresponden Kendari Pos di Konut berhasil menghubungi Muthiah Damayanti, salah seorang mahasiswa kedokteran Chi Peng University Provinsi Inner Mongolia. Menurutnya, lokasi tempat mereka menimba ilmu dengan titik wabah virus corona sangat jauh.

“Jauh tempatnya itu, seperti Kota Kendari dengan Jakarta jaraknya,”ujarnya saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, kemarin.

Mahasiswi kedokteran itu menuturkan Kota Chi Peng masih steril dari virus corona.

Hanya saja, mereka dilarang keluar dari asrama yang telah disiapkan pihak universitas dengan alasan kesehatan.

“Kondisi kami di sini sehat semua. Sebenarnya aman ji, tapi setengah mati kita keluar, karena dilarang,”ujar Muthiah Damayanti.

Kepala Dinas Dikbud Konut, Lapeha menambahkan koordinasi dengan pihak Rektorat Institute terus terbangun dengan Pemkab Konut. Bahkan dengan ketujuh mahasiswa yang bersangkutan yang masih berada di Cina.

“Komunikasi dengan mereka (mahasiswa) terus diupdate. Untuk mengetahui kondisi mereka,” ujar Lapeha.

Amrun, ayah Aziza, mahasiswi yang telah kembali sejak 28 Januari mengatakan kepulangan putrinya bersama dua rekannya harus melewati pemeriksaan kesehatan di bandara Jakarta. Melalui alat pemeriksaan suhu badan, mereka dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Iya diperiksa dibandara melalui alat pendeteksi suhu badan. Sekarang sudah dirumah,”pungkas Amrun.

Sebelumnya, Bupati Konut, Dr.Ruksamin menginstruksikan 10 para mahasiswa agar dipulangkan dari Cina. “Ini sudah saya instruksikan beberapa hari yang lalu sejak melihat pemberitaan media international tentang virus di Cina,” ujar Dr.Ruksamin seperti dikutip Kabag Humas Setda Konut, La Ode Amamuddin, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dari Kota Baubau di laporkan, satu mahasiswi kedokteran tiba di Baubau, Minggu (2/2) pagi. Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Baubau, dr. Riki Atrian, menyebut mahasiswi bernama Shinta meninggalkan Kota Haikou, Cina sejak 28 Januari 2020. Shinta adalah mahasiswa S1 Kedokteran di Hainan Medical University, Kota Haikou, Cina.

“Star dari Haikou tanggal 28 Januari, lalu transit di Bandara Hongkong dan sampai di Indonesia di pintu pemeriksaan pertama di Bali, tanggal 29 Januari. Hari ini (2 Februari kemarin,red) sampai di Bandara Betoambari Baubau,” ujar dr.Riki.

KKP Baubau melakukan anamnesa atau permintaan keterangan tentang kehidupan klien melalui proses wawancara terhadap Shinta. Dia dinyatakan aman, tidak ditemukan tanda dan gejala. “Selain itu dilakukan edukasi traveler dan sudah lapor ke dinas untuk dilaksanakan pengawasan selama inkubasi 14 hari,” jelas dr.Riki.

dr.Riki mengaku belum mendapat informasi soal adanya mahasiswa asal Baubau dalam rombongan 238 orang yang berhasil dievakuasi ke Indonesia dari Cina, kemarin. “Kalau ada mahasiwa asal Baubau, mereka pasti disampaikan ke kita,” ungkapnya. (min/ahi/b)

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy