17 Kepsek di Muna Dilantik tapi tak Terima SK, Ada Apa? – Kendari Pos
Muna

17 Kepsek di Muna Dilantik tapi tak Terima SK, Ada Apa?

Zahrir Baitul

KENDARIPOS.CO.ID — Mutasi yang dilakukan Bupati Muna, LM. Rusman Emba pada sejumlah tataral birokrasinya, 7 Januari 2020 lalu ternyata menyisakan masalah. Beberapa Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang namanya dibacakan saat pelantikan, belakangan justru tidak menerima petikan surat keputusan (SK) pengangkatan. Aroma indikasi jual beli jabatan pun menyeruak di Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna.

Masalah itu muncul ke permukaan saat sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang saat ini berganti nama menjadi Kepala UPTD mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Muna, akhir pekan lalu. Kepada para anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, sejumlah Kepsek itu mengadu jika tak kunjung diberikan dokumen legalitas padahal sudah sebulan dilantik. Mereka kebingungan di mana tempat bertugas yang resmi.

Aduan itu diterima Wakil Ketua Komisi I DPRD Muna, Zahrir Baitul. Ia menyebutkan sudah menerima laporan dari 17 orang. “Mereka mengadu karena sudah dilantik tapi SK justru diberikan kepada orang lain. Sebagai bukti aduan, rekaman saat protokoler membacakan nama-nama pejabat terlantik ikut disertakan,” terangnya, kemarin. Politikus Partai Hanura itu mengaku sudah melayangkan panggilan kepada pihak BKPSDM untuk memberi klarifikasi. Namun hingga jadwal rapat dengar pendapat itu digelar, Kepala BKPSDM, Sukarman Loke, justru mangkir dan hanya mengutus Sekretaris Dinas serta satu bawahannya yang lain.

“Tapi pejabat yang datang itu mengaku tidak punya mandat menjelaskan duduk perkara masalah mutasi. Makanya, RDP akan dijadwal ulang,” terang Zahrir baitul. Ketua KAHMI Muna Barat itu menerangkan, masalah tersebut tak bisa dianggap sepele. Jika benar ada pergantian nama antara saat pelantikan dan yang tertera di SK, maka patut diduga kuat ada indikasi jual beli jabatan. Ia berjanji akan terus mengawal kasus tersebut. “Kalau buktinya kuat, ini bisa di bawa ke ranah hukum,” ancamnya.

Sementara itu, aroma jual beli jabatan itu juga sudah diketahui Bupati Muna LM. Rusman Emba. Ia memastikan akan memanggil Kepala BKPSDM dan pejabat terkait ihwal kisruh SK mutasi tersebut. Ia juga meyakini ada kesalahan fatal yang dilakukan anak buahnya sehingga masalah SK salah alamat itu bisa menimpa 17 nama Kepsek. “Pasti ada human error. Makanya akan saya panggil Kepala BKPSDM,” janjinya.

Rusman menegaskan bahwa pejabat yang dilantik 7 Januari 2020 tidak sedikit pun mengalami perubahan. Ia meminta SK yang salah alamat tersebut dikembalikan kepada nama yang sesuai saat pembacaan SK pelantikan. “Tidak ada perubahan. Saya pastikan nama yang disebut adalah yang berhak atas SK pengangkatan,” tegasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy