Waspada Musim Peralihan! – Kendari Pos
Nasional

Waspada Musim Peralihan!

Hujan disertai angin kencang melanda Sultra. Di sejumlah daerah di Sultra, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan rumah warga rusak. Cuaca buruk juga melanda perairan Sultra. Perahu nelayan di Teluk Kota Kendari. Nelayan diimbau tidak melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi cuaca di wilayah Sultra kurang bersahabat. Hujan deras yang disertai angin kencang kerap terjadi. Cuaca ekstrem ini menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan baik tersapu angin puting beliung maupun tertimpa pohon tumbang. Di Kolaka Utara (Kolut), angin puting beliung menyebabkan 17 rumah rusak parah dan sedang. Akibatnya, sejumlah warga di beberapa desa memilih mengungsi.

Di Bombana, angin kencang melanda wilayah pesisir. Sebanyak delapan rumah di tiga kecamatan porak poranda. Kecamatan Rumbia menjadi daerah terparah. Empat rumah warga rata dengan tanah. Sementara dua rumah di Kecamatan Mataoleo dan Lantara Jaya mengalami rusak parah. Situasi yang sama juga terjadi di Wakatobi dan Konawe Selatan (Konsel). Di Wakatobi, tujuh rumah rusak sementara di Konsel akses jalan Kendari-Konsel terhenti sementara disebabkan pohon tumbang di Desa Leleka kecamatan Wolasi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, area yang terkena angin kencang cukup luas. Diantaranya, Desa Lawadia, Kelurahan Mala-mala, Desa Ainaani Tajriani, Desa Ujung, Desa Tobaku, Keluruhan Katoi, Desa Delang, Desa Simbula dan Desa Lanipa-nipa,

“Di Desa Lawadia, empat rumah rusak sedang dan ringan, Kelurahan Mala-mala, Desa Ainaani Tajriani dan Ujung Desa Tobaku satu unit rumah. Sementara di Keluruhan Katoi tiga unit rumah dan masih banyak lagi. Pemda telah menyalurkan bantuan logistik berupa, beras, tenda gulung, air mineral, mie instan, selimut dan family Kit,” kata Kepala BPBD Kolut, Syamsuriany.

Kapolres Bombana, AKBP Andi Herman menghimbau masyarakat lebih waspada. Untuk mengantisipasi bencana, ia telah menyiagakan Bhabinkamtibmas. Di musim peralihan, cuaca sulit dprediksi. Khusus masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, ia minta untuk sementara tidak melaut.

“Cuaca yang tidak bisa diprediksi sangat membahayakan masyarakat khususnya Nelayan, lebih baik kita waspada dari pada harus mengambil resiko,” imbaunya.

Mengantisipasi terjadi bencana, Pemda di Sultra bersama jajaran Polres dan TNI telah membentuk tim siaga bencana. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemda telah melakukan apel siaga bencana. Di Konawe, apel siaga bencana dipimpin Wakil Bupati (Wabup), Gusli Topan Sabara bersama Kapolres Konawe AKBP Susilo Setiawan.

Wabup Konawe Gusli Topan Sabara mengatakan wilayah Konawe sebagian besar ditimpa musibah banjir di tahun 2019. Terlebih, potensi bencana alam di musim penghujan sangat besar. Solidaritas segenap pemangku kepentingan di Konawe harus dilibatkan dalam rangka memantau masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam.

“Musibah dapat terjadi kapan saja. Penanggulangan bencana menjadi tugas kita bersama. Bukan cuma pemerintah, semua pihak termasuk masyarakat,” ujar Gusli Topan Sabara.

Kapolres Konawe, AKBP Susilo Setiawan menerangkan, apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam itu, digelar serentak di seluruh jajaran Polda Sultra. Tujuannya untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam rangka menghadapi kemungkinan bencana alam tahun di tahun 2020.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy