Uang Sulit, Oleh : Dahlan Iskan – Laman 2 – Kendari Pos
Kolom

Uang Sulit, Oleh : Dahlan Iskan

Setelah sang putri melahirkan, Dee–panggilan Donna– ambil putusan: sekolah bahasa Jepang di Tokyo. Dee ingin bisa lebih memahami kasus suaminya –dalam bahasa Jepang. Juga agar bisa mendapat visa belajar. Dengan visa itu Dee bisa tinggal di Jepang selama setahun. Untuk terus mendampingi suaminya.

Greg tentu tidak sekaya Ghosn. Yang bisa menyewa jasa security untuk melarikan diri. Maka muncullah humor elit. “Lain kali eksekutif asing yang bekerja di Jepang harus punya asuransi untuk biaya melarikan diri,” gurau kalangan eksekutif di sana.

Ghosn dan Greg bukan satu-satunya konflik eksekutif asing di Jepang. Sudah banyak terjadi ketidakharmonisan antara eksekutif asing dan eksekutif lokal. Eksekutif lokal biasanya iri atas bayaran rekan mereka dari Barat. Padahal yang bekerja ya mereka-mereka yang lokal itu.Bayaran mereka terlalu tinggi,” kata mereka.

Apalagi bonus untuk orang seperti Ghosn. Atau Greg. Mereka mengakui Nissan memang selamat di masa kepemimpinan Ghosn. Tapi terlalu mahal bayarannya. Rasanya yang seperti itu juga terjadi di Indonesia. Dengan larinya Ghosn nasib Greg menjadi tidak menentu. Bisa jadi sidangnya tertunda lebih lama lagi.

Untuk ikut melarikan diri juga sudah kian sulit. Penjagaan keamanan di bandara sudah diketatkan. Para pembeli kotak alat musik mungkin juga akan ditanya: untuk melarikan siapa lagi. Dan lagi apakah masih ada penjual jasa keamanan yang lebih Rambo dari yang disewa Ghosn itu: Mike Tylor.

Mungkin saja masih banyak pensiunan pasukan elit Baret Hijau yang lebih hebat dari Tylor. Tapi ‘sukses jarang bisa diulang untuk pekerjaan yang sama oleh orang yang berbeda di waktu yang berbeda’. Tylor sendiri pernah sampai masuk penjara–sebagai risiko pekerjaannya itu. Yakni saat Tylor dituduh menyogok–mengembalikan sebagian bayarannya ke pemberi order sebagai cash back.

Tylor mengaku. Di Amerika hukuman untuk yang langsung mengaku bisa lebih ringan. Ia dijatuhi hukuman 24 bulan–cukup dijalaninya 14 bulan. Kapasitas keberanian Tylor khas pasukan Baret Hijau: berani diterjunkan ke medan seperti apa pun. Termasuk diterjunkan dengan payung di depan tentara musuh. Tylor pernah dianggap pahlawan Amerika ketika menyelamatkan orang Amerika yang disekap di Lebanon.

Perkenalannya dengan Lebanon terjadi di tahun 1982–saat terjadi perang besar di sana. Kelompok Kristen, Islam, Israel, Syiria saling bertempur. Setelah pensiun Tylor kembali ke Lebanon. Orang yang pernah ke Lebanon pasti ingin balik ke sana. Mulailah Tylor mencari penghasilan sendiri. Dengan cara melatih pasukan-pasukan sipil bersenjata. Yang menyewanya adalah kelompok milisi Kristen.

Saat itulah Tylor kecantol wanita Lebanon –yang ‘i’ nya banyak sekali. Lalu Tylor punya bisnis penyelamatan. Terutama untuk menculik mereka yang diculik. Lebanon, dengan situasi keamanan paling parah di kawasan itu, adalah lahan bisnis jasa paling baik bagi Tylor. Jadi, Tylor adalah Lebanon. Lebanon adalah Tylor.

Bahwa Ghosn kemudian menyewanya, apa lagi yang tidak bisa. Tapi Tylor tidak bisa sendirian. Media di Turki mulai mengungkap peran pensiunan pasukan elit Inggris. Namanya: Mike Douglas. Douglas memulai bisnis security-nya di tahun 2003. Di daerah perang yang lain: Irak. Itulah tahun ketika Amerika menyerang Irak.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy