Terisolasi dan Kesulitan Makanan, 5 Mahasiswi Kedokteran Asal Baubau Tinggalkan Cina – Kendari Pos
Bau-bau

Terisolasi dan Kesulitan Makanan, 5 Mahasiswi Kedokteran Asal Baubau Tinggalkan Cina

KENDARIPOS.CO.ID — 34 mahasiswa ilmu kedokteran Hainan Medical University memilih pulang ke Indonesia. Lima diantaranya adalah mahasiwa asal Kota Baubau. Waode Faujiah Febi Ari Anas (22) yang kuliah di Kota Haikou, Provinsi Hainan, Cina mengaku segera pulang di Baubau. “Teman saya, Dian dan Natalia sudah pulang lebih dulu sebelum kejadian (wabah virus Corona,red). Sedangkan Aulia Dita sudah pulang hari ini dari Kota Nanjing. Sementara Shinta, saya belum tahu, apakah pulang hari ini atau besok. Kami semua kuliah di satu kampus,” ujar Waode Faujiah Febi Ari Anas melalui panggilan video aplikasi WhatsApp, Selasa (28/1).

Putri pasangan suami istri (pasutri) Ari Anas dan Varianti itu menuturkan aktivitas di kota tempat ia kuliah lumpuh. Masyarakat yang memaksa keluar rumah harus menggunakan masker. “Di Provinsi Hainan sudah ada 30 orang terinfeksi. Jalan sunyi karena takut akan penyebaran virus corona. Pasokan makanan mulai sulit kami dapatkan. Kalaupun dapat, harganya naik dua kali lipat,” jelasnya. Tak hanya itu, alat pelindung diri seperti masker habis. “Sudah satu minggu kami tidak keluar dari apartemen. Saat ini kami masih mencari masker untuk digunakan saat keluar apartemen dan perjalanan pulang. Katanya ada pembagian masker dari kampus,” jelas Febi saat melakukan video call bersama ayah dan ibunya dari Kota Haikou Cina.

ri Anas bersama istrinya, Variyanti saat berkomunikasi dengan putrinya, Waode Faujiah Febi Ari Anas (22) yang kuliah di Kota Haikou, Provinsi Hainan, Cina. Febi bersama empat rekannya tinggalkan Cina dan menuju Baubau.

Menurut Febi, setiap penumpang mendapat pegawasan ketat dari otoritas penerbangan. Saat berada di bandara, penumpang diperiksa. Saat transit di Hongkong penumpang harus melalui thermal scanner. Semua itu dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus corona. “Kalau ditemukan maka langsung ditahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Insya Allah, saya akan berangkat dari Bandara Haikou Meilan International Airport pukul 16.30 menuju Hongkong. Dari Hongkong terbang ke Jakarta pukul 23.00 malam. Setelah itu menunggu penerbangan menuju Baubau,” terangnya.

Ia menambahkan KBRI di Cina telah mendata seluruh mahasiswa Indonesia. Seluruh mahasiswa dalam keadaan baik. “KBRI juga memberikan nomor kontak kepada mahasiswa Indonesia dan menyampaikan untuk dihubungi kalau terjadi apa-apa,” pungkasnya. Sementara itu, ayah Febi,

Ari Anas memastikan anaknya segera pulang ke Baubau. Kota tempat puterinya kuliah diserang wabah virus corona. Beruntung, akses penerbangan di Kota Haikou menuju Indonesia masih dibuka, sehingga Febi bisa pulang. “Awalnya saya tidak terlalu cemas. Tetapi informasinya bahwa 30 orang di sana sudah terinfeksi makanya saya meminta Febi pulang,” kata

Ari Anas saat dijumpai Kendari Pos di kediamannya,Selasa (28/1). Ari mengaku membeli tiket dari uang pribadinya. Begitu pula orang tuanya empat kawan anaknya. “Semua orang tua yang anaknya kuliah di sana memanggil anaknya untuk pulang. Makanya bersama teman-teman kuliahnya akan pulang secara bertahap,” terangnya.(ahi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy