“Hangatnya suhu muka laut di wilayah sekitar Sultra terutama bagian selatan. Sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi, untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah Sultra,” ungkapnya, Kamis (2/1). Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dalam menghadapi periode puncak penghujan pada 2020, yang melanda Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan pada Januari, Konawe saat bulan Mei, Kabupaten Kolaka di April, serta Kepulauan Muna dan Buton pada Juni mendatang. Utamanya dampak dari cuaca ekstrem tersebut, berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin, dan sebagainya.

Selain itu, diprediksi juga adanya gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan pelayaran. Ia berharap, masyarakat tetap waspada, khususnya mereka yang tinggal dan beraktivitas di pesisir perairan Baubau, Wakatobi, dan laut banda timur Sultra. (hel/b)

Laman: 1 2