Sengketa Tanah 793 Hektar di Nanga-nanga – Kendari Pos
Metro Kendari

Sengketa Tanah 793 Hektar di Nanga-nanga

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Aset Pemprov Sultra berupa lahan seluas 793 hektar di Kompleks Bumi Praja Andounohu, Nanga-nanga diklaim masyarakat setempat. Pemprov bersikukuh lahan itu resmi milik pemerintah dengan dengan bukti peta kepemilikan.

Kepala Biro PemprovSultra, Ali Akbar mengatakan aset Pemprov di kawasan Nanga-nanga yang merupakan tanah eks tahanan politik (Tapol) sekira 1.000 hektar. Namun saat diukur hanya tersisa 793 ha. “Ini merupakan hak milik pemerintah secara resmi. Memang pernah diklaim masyarakat, tapi masyarakat kan kalah,” jelas mantan Pj bupati Buton Tengah itu.

Kata Ali Akbar, beberapa tanah di sana juga telah dihibahkan guna pembangunan beberapa kawasan perkantoran. Ada yang diserahkan ke Polda, Brimob, Kejaksaan Tinggi (Kejati), BPOM dan Korem. “Jadi tanah yang dihibahkan itu tidak ada tanah masyarakat. Lagipula peta kepemilikan kami, sudah sejak tahun 1976. Saat itu tidak ada masyarakat yang memiliki hak atas tanah itu,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy