Sandera Warga Buton, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan 15 Miliar – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sandera Warga Buton, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan 15 Miliar

KENDARIPOS.CO.ID — Lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia dilaporkan diculik saat berada di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Kelompok separatis Abu Sayyaf diduga kuat sebagai penculik dan menyandera lima sejak, Kamis (16/1/2020) malam lalu. Satu diantara bersal dari Kabupaten Buton, Kecamatan Kapontori, Desa Kamelanta, Dusun Tobe atas nama La Baa. Untuk dibebaskan, keluarga La Baa mengaku menerima informasi bahwa kelompok bersenjata itu meminta tebusan Rp 15 miliar.

“Saya tidak tahu perorangnya yang jelas untuk tebusan yang diminta Abu Sayyaf itu 15 miliar berdasarkan Informasi yang kami terima dari pihak TNI,” ujar Pj Kades Kamelanta, Hamsiri mewakili keluarga korban saat dihubungi Publiksatu ( Fajar Group), Rabu (22/1/2020).

Hamsiri mangaku tebusan sebanyak itu terlalu besar untuk keluarga La Baa. “Artinya sampai berapa tahun pun sampai diakhir hayatnya pun sebesar itu tidak akan dapat,” ujar dia dengan nada sedih. Lanjut, Hamsiri berharap pemerintah sekiranya bisa mengatasi masalah ini. Sehingga para sandera dapat dibebaskan dalam kondisi selamat.

Tidak hanya itu, ia juga mengharapkan koordinasi Bupati La Bakry bersama instansi terkait di Jakarta dapat membuahkan hasil sesuai harapan keluarga korban. “Harapan kita mudah-mudahan disana bisa menyampaikan keluhan-keluhan itu,” harapnya. Hamsiri mengaku, mulanya keluarga korban tidak mengatahui bahwa La Baa mengadu nasib di negara berjuluk negeri Jiran, Malaysia.

“Memang yang bersangkutan dia keluar. Tapi tidak ditau di ke malaysia. Dia keluar negeri itu. Yang ditaunya merantau ke bagian Papua sana,” ujarnya. “Tapi berdasarkan informasi, bahkan ada foto dan KTP yang di dapatkan dari yang bersangkutan itu bernar itu merupakan keluarga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati, La Bakry tidak tinggal diam mengetahui satu dari lima korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf Kamis (16/1/2020) malam lalu merupakan warga Buton. Ia berupaya agar warganya, La Baa asal Dusun Tobea, Desa Kamelanta, Kecamatan Kapuntori bisa bebas dari tawanan kelompok bersenjata itu dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait di Jakarta. “Insya Allah, kebetulan saya hari ini akan ke Jakarta, dalam rangka Audience di DPD RI untuk Provinsi Kepton, sekaligus saya coba akan bangun komunikasi degan instansi terkait di Jakarta soal ini,” ujar, Selasa (21/1/2020).

Tidak hanya itu, atas nama seluruh jajaran pemerintah daerah maupun secara pribadi, Bupati menyatakan prihatin atas insiden itu. Ia berharap korban terus diberi perlindungan hingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Buton. “Atas nama seluruh jajaran pemerintahan daerah maupun secara pribadi sy nyatakan prihatin atas kejadian ini, mudah-mudahan Allah swt melindungi yang bersangkutan hingga bisa kembali berkumpul degan keluarga di Buton,” harapnya. (PS/IS/KP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy