Rokhis Idap Spina Bifida, Royyis Lemah Saraf Otak Kiri : Butuh Uluran Tangan Dermawan – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Rokhis Idap Spina Bifida, Royyis Lemah Saraf Otak Kiri : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Rokhis, bocah berasal dari keluarga sederhana mengidap penyakit Spina Bifida.Tak sedikit biaya pengobatan yang dibutuhkannya. Benjolan dibagian tulang tungging Rokhis ditunjukkan orang tuanya saat bertandang di Graha Pena Kendari Pos,Kamis (23/1).

KENDARIPOS.CO.ID — Keceriaan bocah kembar, Muhammad Rokhis Musyaffa dan Muhammad Royyis Musyaffa terenggut. Aktivitas keduanya terbatas setelah diserang penyakit bawaan sejak lahir. Biaya pengobatan pun mereka tak murah. Bagaimana dan apa sakit si kembar, berikut penuturan orang tua Rokhis dan Royyis saat bertandang di Graha Pena Kendari Pos, Kamis (23/1).

Pasangan suami istri, Muchlis dan Ani nelangsa. Dua buah hati pasutri itu divonis penyakit yang tidak ringan. Rasa sedih dan takut, menyeruak dalam kalbu keduanya. Putra kembarnya, Rokhis dan Royyis mengidap penyakit yang tidak ringan.

Muhammad Rokhis Musyaffa, sang kakak divonis oleh dokter mengidap Spina Bifida, yakni kelainan bawaan yang serius, termasuk penyakit cacat berat namun biasanya bisa dicegah.
Dalam kamus kesehatan Spina Bifida merupakan kondisi yang terjadi ketika janin masih berada dalam kandungan dan sedang mengalami perkembangan di dalam rahim, akan tetapi tulang belakangnya tidak membentuk dengan benar.

Kembaran Rokhis, Muhammad Royyis Musyaffa divonis mengalami pelemahan saraf pada otak kiri. Ani menuturkan, saat hamil tak ada kelainan yang dirasakan. Proses USG (Ultrasonografi) menunjukkan organ tubuh janinnya normal hingga Rokhis dan Royyis lahir pada 23 Agustus 2015.

Rasa bahagia menyelimuti pasangan Muchlis dan Ani. Tapi itu tidak lama. Sirna ketika Rokhis dan Royyis berusia 6 bulan. Ani menyadari ada yang tak biasa di tubuh anaknya. Dari pemeriksaan medis oleh dokter, Rokhis mengidap spina bifida dan hidrosefalus. Sedangkan Royyis di diagnosa mengidap hemiparese (lemah otak sebelah kiri).

“Saat umur 6 bulan, Rokhis itu sudah pasang selang di kepala sampai ke usus. Awalnya dari spina bifida. Tulang ekornya tidak sempurna, jadi dia buang air kecil dan buang air besar, tidak normal lagi. Kalau adiknya (Royyis-red), lemah saraf otak kiri dan pengaruhi motorik kanannya. Jadi tangan dan kaki kanannya lemah,” kata Ani diamini suaminya, Muchlis di Graha Pena Kendari Pos (23/1).

Dari kedua anaknya, kondisi Rokhislah yang paling menguras perhatian Muchlis dan Ani. Sebab, raganya tak lagi sempurna, akibat kelainan tabung saraf di tulang tunggingnya. Si sulung tak bisa berjalan normal. Kakinya mengecil dan tulang tumitnya menjorok keluar, tak seperti tumit normal pada umumnya.

Rokhis bahkan tak bisa berjalan sempurna. Padahal, usianya kini sudah hampir 5 tahun. Harusnya, di usia itu Rokhis sudah bisa berjalan dan berlari. Sayang, kondisinya tak memungkinkan. Semua itu disebabkan, penyakit Spina Bifida yang menggerogoti tubuh mungilnya. “Mulai kelihatan jalannya aneh itu, di umur 1 tahun 3 bulan. Saya lihat, ini kok dia seperti limbung begitu. Kata dokter, kelainan saraf di tulang belakang yang pengaruhi tungkai kaki. Karena sarafnya terjepit, nutrisi yang harusnya sampai kaki, malah tertahan. Ya, itu karena spina bifida. Bahkan kalau kencing, keluar begitu saja. BAB pun harus dibantu agar fesesnya keluar dan tidak kembali ke usus,” jelasnya sembari memperlihatkan kelainan yang diidap Rokhis dibagian tulang tunggingnya yang menyerupai benjolan.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy