Puluhan Mahasiswa WNI Terisolasi di Asrama Kota Wuhan – Kendari Pos
Nasional

Puluhan Mahasiswa WNI Terisolasi di Asrama Kota Wuhan

Wuhan

KENDARIPOS.CO.ID — Kota Kendari menjadi transit tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sektor pertambangan di Sultra. Saban akhir pekan atau hari libur, TKA asal Cina kerap berseliweran di berbagai pusat keramaian di Kota Kendari. Padahal di tempat asal mereka, virus Corona sedang mewabah.

Menanggapi kondisi itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meminta warga Kota Kendari agar tidak panik dan tetap tenang dalam merespons virus Corona. Pemkot Kendari telah melakukan langkah antisipasi secara intensif dan sistematis untuk melindungi seluruh masyarakat. “Fasilitas kesehatan sudah kita siapkan. Jadi masyarakat diimbau tidak perlu panik dan galau, Pemkot akan melakukan upaya sebaik mungkin untuk melindungi masyarakat,” ujar Sulkarnain, Senin (27/1).

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari ini telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari untuk melakukan langkah antisipasi penanganan wabah virus tersebut.“Kita telah menyiapkan rumah sakit,” imbuh Sulkarnain.

Ketua DPD PKS Kendari itu meminta warga Metro Kendari jangan lekas percaya berita yang belum tentu kebenarannya (hoax). Hal ini menyusul beredarnya kabar terkait salah satu pasien yang ada di RS Bahteramas mengidap virus Corona. “Kita harus lebih bijak menerima informasi yang beredar di tengah masyarakat. Jangan mudah percaya berita yang belum tentu benar, sebab hal tersebut bisa merusak tatanan stabilitas masyarakat,” tuturnya.

Sulkarnain juga meminta masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, sebagai salah satu langkah awal dalam mengantisipasi berbagai macam penyakit, khususnya virus Corona ini.

Sementara itu, ada warga Sultra yang kini masih berada Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Dia adalah Yayu Indah Maharani (20). Anak mantan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah itu kini terisolasi di Asrama Mahasiswa Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Yayu diketahui sebagai mahasiwa Fakultas Kedokteran Hubey University di Kota Wuhan. Meski dalam kondisi sehat,namun wabah virus corona di Kota Wuhan membuat Hidayatullah khawatir. Dia meminta bantuan Pemprov Sultra dan Presiden RI untuk memulangkan anaknya. “Tak hanya Yayu, ada 10 orang mahasiswa asal Sultra juga masih berada di Wuhan. Mereka sekarang dilarang keluar dari asrama. Saat ini saya sementara fokus dan konsentrasi dengan KBRI di Beijing untuk selalu mengetahui perkembangan keadaan anak saya dan anak-anak Sultra lainnya yg menempuh pendidikan di Wuhan,” ujar Hidayatullah.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy