Pinjaman Dana Tiga Mega Proyek Ali Mazi Belum Disetujui Mendagri – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pinjaman Dana Tiga Mega Proyek Ali Mazi Belum Disetujui Mendagri

KENDARIPOS.CO.ID — Tahap pertama pengerjaan tiga megaproyek yang digagas duet Ali Mazi-Lukman Abunawas telah tuntas. Namun, kondisi keuangan Sultra tak mampu membiayai tiga megaproyek hingga rampung secara menyeluruh. Pemprov lantas mengajukan pinjaman Rp 1 triliun lebih kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menuntaskan proyek itu. Pencairan pinjaman itu ditarget, Maret mendatang. Dokumen usulan pinjaman telah dibawah ke Kemendagri, namun belum sampai ditangan Mendagri, Tito Karnavian.

Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Syarifuddin Udu mengaku belum menerima usulan pinjaman Pemprov Sultra. “Usulan itu masih ada di staf saya. Saat ini usulan masih diproses. Jadi, kemungkinan Akhir Januari sudah bisa mendapatkan kesimpulan,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (15/1). Mantan Pj Gubernur Jawa Barat belum bisa memastikan berapa nominal pinjaman yang akan disetujui. Alasannya, harus dilakukan kajian kondisi keuangan daerah dan lainnya. “Itu sudah ada perhitungannya. Dihitung dari kemampuan keuangan daerah dan lain-lain, semua itu dihitung. Hasil hitungan tersebut nantinya akan menjadi acuan, besaran pinjaman yang bisa dilakukan oleh Pemprov,” pungkasnya.

Kata dia, Kemendagri sempat menolak berkas usulan Pemprov. Sebab terjadi kesalahan administrasi. Namun ia tak menjelaskan secara detail terkait kesalahan administrasi yang dimaksud. “Jadi, dokumen pinjaman itu sempat dikembalikan untuk dilakukan perbaikan. Saat ini dokumen itu sudah diserahkan kembali kepada kita dan sedang berproses,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sultra, J. Robert mengatakan pinjaman dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tinggal menunggu restu Mendagri. Katanya, pihak Kemendagri bakal turun langsung meninjau lokasi jalan wisata Kendari-Toronipa.

Setelah proses perjanjian antara Pemprov Sultra dan PT MSI dilaksanakan, proses pencarian pinjaman tersebut bakal cair pada Maret atau April 2020. Proses pencairan anggatan akan dilakukan secara bertahap. “Tahun 2020 akan dilakukan pencairan selama tiga triwulan. Nominalnya Rp 600 miliar hingga Rp 800 miliar. Sisanya, akan dicairkan pada tahun 2021, hingga mencukupi Rp 1,195 triliun,”jelasnya.
Katanya, pengembalian pinjaman akan dilakukan dalam periode jangka menengah, selama lima tahun. “Untuk tahun 2020 sampai 2021 belum ada pengembalian pokok pinjaman. Nanti di 2022 hingga 2026 baru ada pengembalian rasio, di mana pengembalian sesuai aturan perundang-undangan,” bebernya. (rah/yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy