Pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka Sebut Diintimidasi

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kendari Pos, di sekitar Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka terlihat sejumlah polisi sedang melakukan penjagaan. “Itu hanya pengamanan biasa saja untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh suasana,” kata Wakapolres Kolaka Kompol Roberth silas Boroh.

Terpisah, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna menjelaskan lahan yang dipermasalahkan merupakan tanah milik orang tua Letkol Ahmad Faisal. Hal itu dibuktikan dengan adanya serifikat juga atas nama orang tua Letkol Ahmad Faisal yang dipegang oleh Muhammad Sutamin, pimpinan pondok pesantren Ihya’ Assunnah. “Anggota kami hanya membantu untuk memediasi di kantor agar tidak terjadi keributan dilokasi,” tutur I Putu Darjatna saat dihubungi, kemarin.

Soal tindakan di luar prosedur dengan menggunakan senjata api dan sangkur dalam proses mediasi tersebut pun dibantah Danlanal. Menurutnya, tindakan itu tidak mungkin terjadi. Terlebih lokasi kejadian berdekatan dengan kantor Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD). “Kalau pun ada tembakan tersebut, pasti dilokasi sudah ramai dengan orang-orang. Jadi tidak ada itu letusan senjata api seperti kabar yang banyak beredar,” tegasnya.

Danlanal mengaku akan memanggil Komandan Pos (Danpos) Kolaka untuk melakukan klarifikasi. “Kita akan minta keterangannya seperti apa kejadian yang sebenarnya. Sedangkan untuk masalah lahan itu, adalah ranah perdata. Biar diselesaikan secara hukum yang berlaku antara keluarga Letkol Faisal dan Pak Sutamin,” pungkasnya. (fad/yog/b)

Facebooktwittermail

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.