Pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka Sebut Diintimidasi – Kendari Pos
Kolaka

Pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka Sebut Diintimidasi

Wakapolres Kolaka Kompol Roberth Silas Boroh, Letkol Ahmad Faisal, Mardin More, Kepala Pos TNI AL Kolaka Lettu Sutedjo saat konferensi pers di Mapolres Kolaka, Jumat (10/1).

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Kolaka dibuat terperanjat dengan video Pimpinan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin yang mendapat perlakuan semena-mena. Video berdurasi sekira 35 detik itu kini viral di media sosial. Dia ditarik lalu didorong oleh seseorang yang diduga bernama Mardin More yang didampingi tiga oknum anggota TNI AL, Kamis (9/1).

Muhammad Sutamin yang dikonfirmasi membenarkan video tersebut. Dia menuturkan, dalam video tersebut Mardin More yang mengaku pemilik lahan yang kini berdiri pondok pesantren Ihya’ Assunnah datang menemuinya. Mardin tak sendiri. Dia bersama anaknya, anggota TNI AL yakni Letkol Ahmad Faisal besama dua oknum anggota TNI AL lainnya.

Kedatangan Mardin bersama anaknya melakukan pengancaman terhadap dirinya agar segera menyerahkan sertifikat lahan pondok pesantren miliknya berdiri. Padahal, Sutamin telah membeli lahan yang diklaim Mardin.

“Kamis 9 Januari 2020, setelah salat dzuhur, Mardin More dan anaknya Letkol Ahmad Faisal bersama dua anggota TNI AL berpangkat Lettu dan Serda datang ke pondok dan memaksa saya naik mobil dan ke Kantor Pos TNI AL di Kolaka. Saya diancam dengan pistol supaya ikut dan selama di perjalanan menuju Pos AL saya diintimidasi. Dan saat tiba di pos, saya juga dipaksa menandatangani surat dan menyerahkan kembali sertifikat lahan pondok. Padahal itu saya sudah beli dan bukti transfernya ada,” ujar Sutamin kepada Kendari Pos, kemarin.

Sutamin menambahkan, dirinya dipaksa untuk menyerahkan sertifikat. Namun karena menolak maka terdengar letusan senjata api. “Di pos tersebut saya juga sempat diancam pakai sangkur. Saya terus ditekan agar segera menyerahkan sertifikat tersebut dan Letkol Ahmad Faisal mengatakan kepada saya bahwa dia sengaja membawa pistol dari Surabaya ke Kolaka untuk saya. Karena tertekan, saya akhirnya menyuruh dua orang kerabat saya untuk membawakan sertifikat tersebut ke Pos TNI AL. Saya harus suruh orang karena saya tidak diizinkan untuk pergi ambil sendiri. Saya baru dibolehkan pulang setelah terjadi pendatanganan penyerahan sertifikat secara paksa dari saya ke Mardin More,” ungkapnya.

Setelah meninggalkan Pos TNI AL, Sutamin melapor ke Polres Kolaka atas perkara tindak pidana pengancaman. “Untuk tiga orang TNI AL tersebut kami laporkan ke Polisi Militer,” ujarnya.

Sementara itu, Mardin More yang didampingi anaknya Letkol Ahmad Faisal dan Kepala Pos Angkatan Laut Kolaka Lettu Sutedjo dan Wakapolres Kolaka Kompol Roberth silas Boroh menggelar konfrensi pers di Aula Polres Kolaka.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy