Pimpinan Ponpes di Kolaka : Saya Ditodongkan Pistol, Letkol Ahmad dan Bapaknya Berdusta – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pimpinan Ponpes di Kolaka : Saya Ditodongkan Pistol, Letkol Ahmad dan Bapaknya Berdusta

KENDARIPOS.CO.ID — Klarifikasi yang dilakukan oleh Mardin More bersama anaknya Letkol Ahmad Faisal ke sejumlah media massa terkait kepemilikan lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’ Assunnah Kabupaten Kolaka Kolaka dibantah Pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin. Menurut Sutamin, apa yang dikatakan Mardin dan putranya tersebut adalah bohong belaka. “Mardin More berdusta jika dia mengatakan bahwa lahan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka miliknya. Kami telah membelinya. Ini buktinya, kami transfer uang Rp.100 juta. Jika dia mengatakan bahwa Rp.100 juta ini adalah dana operasional pondok itu juga bohong karena dia bukan pengurus. Sama sekali tidak ada nama Mardin More di pondok,” tegas Sutamin saat mendatangi Graha Pena, Kendari Pos, Minggu (12/1).

Lanjut Sutamin, perkataan Mardin More yang menuduh pihak ponpes melengserkannya dari kepengurusan itu juga tidak benar. “Perlu diketahui bahwa akta notaris dan terbentuknya kepengurusan ponpes itu pada Februari 2014. Sementara dia (Mardin More, red) telah mengggugat kami pada 28 Desember 2013 dan ini semua sudah terbukti dan dibahas di pengadilan. Untuk itu kemarahan yang kemarin adalah bentuk frustasi karena mereka sudah menempuh berbagai upaya untuk menggugat namun mereka selalu kalah dan itu berlangsung hingga hampir tujuh tahun,” tuturnya sembari terus menunjukkan bukti-bukti dokumen kepemilikan lahan dan bukti transfer pembelian tanah di Kantor Kendari Pos.

Sutamin mengungkapkan, tanda kecurangan yang dilakukan oleh Mardin More telah terlihat sejak awal. Setelah pihaknya membayar dan sepakat terkait jual beli lahan, Mardin More menyarankan agar tidak usah dibuatkan akta jual-beli. “Mardin More mengatakan cukup dimunculkan sebagai wakaf saja. Salah satu alasannya yaitu untuk menghindari pembayaran administrasi di desa,” jelasnya.

Pimpinan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin (kiri) bersama rombongan pengurus Ponpes Ihya’ Assunnah diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) Kendari Pos,Inong Saputra (tiga dari kanan) di Gedung Graha Pena Kendari Pos, Minggu (12/1).

Sutamin mengungkapkan, pembelian lahan tersebut telah tuntas dilakukan tahun 2012 silam. “Saya masih ingat dan masih ada bukti dan saksinya, kami transfer uang untuk pembayaran lokasi tersebut itu tanggal 13 April 2012 dan tanggal 15 April Mardin More datang ke pondok untuk menyerahkan surat tanah. Waktu itu Mardin More mengatakan begini, saya (Mardin More, red) sengaja minta kepada ustaz (Sutamin, red) untuk dibuatkan wakaf seperti ini bukan akta jual beli karena kalau besok-besok ustaz tidak menuruti keinginan saya, maka saya akan gugat,” kata Sutamin menirukan perkataan Mardin More.

Sutamin menambahkan, pihaknya juga telah membeli lokasi lain dari Mardin More. Namun hingga kini, surat-surat kepemilikan lokasi tersebut belum juga diserahkan Mardin More kepada Ponpes. Padahal kata dia, pihaknya telah membayar harga lokasi tersebut. “Kami juga membeli lahan lain Mardin More. Harganya Rp.50 juta dan itu ada kwitansinya. Tapi sampai saat ini surat-suratnya tidak diberikan. Kami sudah dua kali memintanya tapi tidak diberikan,” ungkapnya.

Sutamin menegaskan, lahan Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka bukan milik Mardin More. “Kasus tanah ini masih sementara diproses di Mahkamah Agung. Putusan Pengadilan Negeri Kolaka dan Pengadilan Tinggi Kendari memenangkan kami dalam hal ini Ponpes Ihya’ Assunnah Kolaka dengan status N O,” pungkasnya.

Kunjungan Sutamin ke Graha Pena bersama rombongannya tidak hanya mengklarifikasi perkataan Mardin More terkait kepemilikan lahan. Sutamin juga membantah perkataan anak Mardin More yaitu Letkol Ahmad Faisal yang mengatakan bahwa tidak ada pengancaman atau intimidasi terhadap dirinya seperti yang diberitakan sejumlah media. Menurut Sutamin, bapak dan anak itu telah berdusta.

“Mardin More dan anaknya Letkol Ahmad Faisal mengatakan bahwa mereka datang baik-baik ke pondok. Itu bohong dan saksinya banyak. Bahkan videonya sudah beredar. Saya ditarik paksa untuk naik ke mobil dan ikut ke Pos TNI AL. Bahkan untuk memakai sendal saja saya tidak diizinkan. Sepanjang jalan dan di pos saya terus diancam da diintimidasi. Ditodongkan senjata dan sangkur hingga saya menandatangani dan menyerahkan sertifikat secara paksa dari saya ke Mardin More. Demi Allah kalau saya berdusta maka saya dan keluarga saya dilaknat dan dihancurkan oleh Allah SWT. Tapi kalau saya benar, Allah SWT akan mengangkat saya dan melaknat serta menghancurkan mereka sehancur-hancurnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mardin More yang didampingi anaknya Letkol Ahmad Faisal dan Kepala Pos Angkatan Laut Kolaka Lettu Sutedjo dan Wakapolres Kolaka Kompol Roberth silas Boroh menggelar konfrensi pers di Aula Polres Kolaka. Dalam kesempatan itu, Mardin More membantah tudingan Sutamin. Dirinya tidak pernah mengancam dan intimidasi ke Sutamin. Mardin bersama putranya ke Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka yang terletak di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako untuk meninjau kondisi tanah miliknya. Namun, saat itu seorang santri terlihat mengambil gambar. Saat ditegur, santri mengaku mengambil gambar karena disuruh pimpinan pondok. (fad/b)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy