Petaka Tambang : 55 Rumah Warga Tergenang Lumpur, Laut Tercemar, Nelayan Tak Melaut – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Petaka Tambang : 55 Rumah Warga Tergenang Lumpur, Laut Tercemar, Nelayan Tak Melaut

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Dusun IV Desa Sulaho Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dibayangi rasa cemas dihempas bencana. Tanggul berkonstruksi tanah yang menjadi satu-satunya “perisai” mereka dari ancaman banjir sudah jebol. Sekira 55 rumah warga tergenang lumpur dari hasil pengerukan ore nikel sejumlah perusahaan tambang, Selasa (21/1).

Warga terdampak memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Mereka kini terjebak lumpur. Sebab, tidak ada tempat terdekat untuk mengungsi. Jarak antara satu dusun dengan dusun lainnya berjauhan. Pantauan Kendari Pos, hingga pukul 12.00 wita kemarin, tanggul itu belum ditutup sejak jebol. Diduga curah hujan yang tinggi mengguyur Desa Sulaho Senin malam lalu mengakibatkan debit air tinggi.

Kepala BPBD Kolut, Hj. Syamsuriany mengatakan pihaknya telah meminta bantuan salah satu perusahaan tambang untuk mengerahkan alat beratnya. Kebetulan alat berat perusahaan dimaksud masih berada di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, perusahaan pemilik alat berat tidak merespons panggilan telepon Kepala BPBD Kolut. “Pesan singkat yang di kirimkan pun tak dibalas,” ujarnya, kemarin.

Syamsuriany baru bisa memastikan kesediaan perusahaan untuk membantu sekira pukul 14.15 wita, kemarin. “Kebetulan ada alat berat stand by di situ jadi kami minta tolong membantu. Sudah ada, baru saja saya berbicara dengan pak kades lewat telpon baru kalau alat berat itu sudah di lokasi bekerja,” ungkapnya kepada Kendari Pos.

Warga Dusun IV memilih tidak mengungsi karena terpisah oleh bukit dengan dusun lainnya. Syamsuriany memastikan murid SD setempat tidak diliburkan. “Ruang kelasnya agak tinggi jadi tidak tergenang. Hanya jalannya saja terendam. Masjid juga ada tetapi memang sementara direhab dan dipindahkan di salah satu ruang kelas untuk salat berjamaah,” paparnya.

Endapan lumpur sisa pertambangan itu memang menjadi ancaman warga setempat. Ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu merendam permukiman warga ketika tanggul penahannya jebol. Sebelumnya, pepohonan di sekitar dusun itu mati. Air laut berubah merah setiap kali diguyur hujan hingga nelayan tak melaut karena ikan berkurang. (rus/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy