Petahana Lebih Berpeluang dapat Rekomendasi – Kendari Pos
Politik

Petahana Lebih Berpeluang dapat Rekomendasi

M. Najib Husain

KENDARIPOS.CO.ID — Hingga kini, belum ada satupun partai pemilik kursi parlemen pada tujuh daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluarkan rekomendasi pasangan calon (Paslon) yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Konstelasi politik di masing-masing daerah diperkirakan masih akan berubah. Arah dukungan partai politik (Parpol) pun belum jelas. Namun, ada beberapa di antaranya yang telah menentukan sikap. Pengamat Komunikasi Politik Sultra, Dr. Muh. Najib Husain, memprediksi, petahana akan lebih berpeluang mendapatkan rekomendasi.

Misalnya Partai Nasdem. Jauh sebelumnya, partai besutan Surya Paloh ini telah menegaskan untuk mendukung penuh kader berstatus petahana. Support ini dibuktikan dengan ditutupnya penjaringan pada daerah-daerah yang dimaksud. Tony Herbiansyah di Kolaka Timur (Koltim) dan Andi Muh. Lutfi di Konawe Kepulauan (Konkep) yang merupakan kader Nasdem, posisinya diperkirakan sedikit lebih aman. Begitupula Bupati Konkep, Amrullah yang sejauh ini sudah mengantongi dukungan dari Nasdem dan organisasi politiknya, Demokrat. Walaupun belum ada dukungan resmi, hampir dipastikan Amrullah akan mengantongi restu dari kedua partai tersebut.

Keberuntungan juga nampaknya akan berpihak kepada Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin. Meskipun hanya unggul di Konut, raihan kursi PBB yang jauh melampaui partai-partai lainnya mampu mengantarkan Ruksamin melenggang untuk kedua kalinya. Terlebih, di teritori sang petahana, PBB tidak memberi ruang kepada calon bupati lain dengan tidak dilakukannya penjaringan terbuka. Di Wakatobi dan Buton Utara, meski partai melakukan penjaringan terbuka, posisi Arhawi dan Abu Hasan yang merupakan petahana sekaligus pengurus struktural partai, akan lebih berpeluang mendapatkan rekomendasi.

Sementara itu, langkah Parpol di Muna dan Konawe Selatan (Konsel) sedikit sulit terbaca.
“Saya selalu katakan bahwa petahana memiliki modal lebih dibandingkan penantang. Mereka lebih populer di kalangan masyarakat karena bisa dikatakan masa kampanye yaitu sejak dilantik. Mereka juga memiliki dukungan finansial yang memadai. Ini yang membuat mereka diminati” ujar Najib Husain, kemarin. Namun, lanjut dia, untuk mendapatkan rekomendasi, terutama dari partai lain, biasanya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kedua pihak mesti mendapatkan keuntungan elektoral. Salah satunya, yakni menawarkan kadernya sebagai pendamping petahana.

“Di satu sisi, ini juga menjadi masalah. Karena sudah pasti dengan kemungkinan banyaknya tawaran, petahana harus pandai-pandai memilih wakil. Sebaliknya, penantang apalagi pendatang baru harus bekerja lebih ekstra untuk mendapatkan kepercayaan partai. Mereka harus memastikan elektabilitasnya bisa menyaingi petahana. Begitupun ketersediaan logistik. Terkadang, pendatang baru “dijebak” untuk memilih wakil yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy